Monday , 24 July 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Tempat Wisata ::: Wisata Libur Lebaran, Mari Kunjungi Pulau Sangiang di Banten

Wisata Libur Lebaran, Mari Kunjungi Pulau Sangiang di Banten

Wisata Libur Lebaran, Mari Kunjungi Pulau Sangiang di Banten.

SilahkanSHARE.com | Keindahan Pulau Sangiang seperti tak ada habisnya. Liburan ke pulau di kawasan Banten ini pun rasanya tak bakalan cepat bosan.

Namanya memang belum setenar Kepulauan Seribu dan Krakatau. Hanya sekitar 1 jam berlayar dari pelabuhan Paku Anyer kalian akan menemukan pulau indah bernama Sangiang. Hanya membutuhkan 1 jam kapal pun segera merapat di dermaga utama Pulau Sangiang. Dari sini kami diwajibkan untuk melapor dan mengisi biodata kelompok serta membayar retribusi membuka tenda serta guide selama berada di Pulau Sangiang

Lagoon Bajo nama spot kami mendirikan tenda. Bukan Labuan Bajo yang terdapat di Flores namun mungkin keindahan yang ditawarkan Lagoon Bajo tak kalah cantiknya. Dari sini kita bisa melihat Cilegon dan Pelabuhan merak dari kejauhan. Di sini pun terdapat pos pengamanan pulau dengan beberapa fasilitas kamar mandi dan musala yang bisa kita pergunakan.

Keadaan siang itu sang mentari bersinar dengan terangnya. Kaki pun bersiap untuk melangkah menikmati keindahan Pulau Sangiang. Rencana kami hari ini adalah melakukan trekking ringan mengunjungi spot-spot menarik yang ada di sekitaran pulau. Dengan ditemani guide penduduk lokal kami pun segera melangkahkan kaki.

Mengutip dari laman detikTravel, [30/06/16]. Suara kelelawar semakin jelas setiap langkah menuruni sebuah lereng licin di tengah hutan. Jalur setapak pun terhenti di sebuah mulut gua gelap yang penuh dengan kelelawar. Ombak bergulung kencang menabrak dinding gua yang langsung terhubung ke laut lepas.

Bau menyengat kotoran kelelawar sangat terasa di sekitaran bibir gua. Di antara deburan ombak terdapat beberapa hiu yang tampak berlalu lalang. Mungkin sang hiu menunggu ada beberapa kelelawar terjatuh. Kita harus cukup berhati-hati agar tak terseret ombak yang penuh dengan hiu itu.

Melangkahkan kaki kembali dengan arahan guide kita kembali berjalan di tengah rimbun hutan Pulau Sangiang, kali ini jalanan sedikit menanjak. Di tengah hutan dataran rendah seperti ini kita harus siap dengan lotion anti nyamuk karena udara panas dan lembab seperti ini habitat subur bagi para spesies nyamuk.

Saya yang berjalan paling belakang tiba-tiba terhenti karena macet terhalang kawan-kawan di depan yang berhenti di tengah jalan. Saya tak bisa melihat apa-apa karena kanan kiri masih rimbun pepohonan. Tapi setelah melangkah kembali saya pun tau kenapa mereka berhenti. Karena ada pemandangan yang sangat indah ini.

Tebing-tebing tampak langsung bersentuhan dengan gulungan ombak laut lepas. Pemandangan yang sangat indah, sekilas tampak seperti topografi pantai laut selatan di Pulau Jawa. Lagi-lagi Pulau Sangiang memberikan kejutan yang tak saya duga sebelumnya.

Dengan bantuan guide satu persatu dari kami menuruni tebing. Harus sangat hati-hati dalam melangkah karena tebing curam dengan batu-batu tajam siap menyambut jika kita terjatuh. Langkah turun kita bergantung pada sebuah tangga kayu dan seutas tali yang berguna sebagai webbing. Dalam melangkah turun sang guide selalu memandu langkah kita agar tak salah pijakan yang bisa membahayakan diri.

Batu karang tajam ada dimana mana, gelegar ombak tampak menyampaikan pesan agar kita lebih berhati-hati dalam melangkah. Tepat di ujung tebing, mulut Gua Pawon tampak menganga lebar. Deburan ombak yang bergulung tampak masuk melalui celah tebing dan menciptakan gulungan ombak yang semakin besar di dalam gua.

Saya pun mencoba untuk naik di salah satu tebing yang memungkinkan untuk didaki. Dan luar biasa pemandangan di sini sangat indah. Garis pantai panjang tampak melengkung panjang berhampar dengan pasir pasir putih. Sangiang Stone Garden, saya menamai tebing batu ini, dan menurut saya ini adalah spot terbaik untuk menikmati Pantai Pasir Panjang.

Saya mencoba untuk duduk di ujung tebing. Angin lembut pun membelai pelan menemani saya di antara alam semesta. Seketika saya merinding, bukan karena ketinggian, bukan karena hal lain namun merasakan betapa beruntungnya bisa hidup dan berada di negeri yang indah seperti ini.

Entah berapa kali saya menulis ini, tentang perasaan yang sama tapi memang tak ada habisnya. Saya bersyukur setiap berkunjung ke sebuah tempat baru dan indah seperti Pulau Sangiang ini.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

4 Destinasi yang Mengagumkan di Arab Saudi

4 Destinasi yang Mengagumkan di Arab Saudi. SilahkanSHARE.com | Arab Saudi adalah negara Arab yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *