Wednesday , 28 June 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kolom Tokoh ::: Afi Nihaya Faradisa ::: Tentang Kebencian dan Caci Maki

Tentang Kebencian dan Caci Maki

Tentang Kebencian dan Caci Maki

SilahkanSHARE | Sepertinya saat ini tulisan Afi Nihaya Faradisa salah satu siswi SMAN 1 Gambiran Banyuwangi, Jawa Timur ini jauh lebih didengar dan menyentuh dibandingkan status-status motivator kondang.

Tulisan-tulisan bijaknya di akun facebooknya menjadikan dirinya selalu ditunggu untuk menuliskan kata demi kata yang begitu bijak dan mendamaikan jiwa.

Seperti tulisan berjudul “Tentang Kebencian dan Caci Maki” yang dia tulis ini, benar-benar membuat kita yang sudah merasa dewasa dan tua sekalipun untuk bisa belajar dari nasihatnya.

Silahkan disimak dan diSHARE untuk mencerahkan pemikiran banyak orang yang mungkin memang belum tercerahkan.

Tentang Kebencian dan Caci Maki

Segala perbuatan akan ‘dikembalikan’ oleh Tuhan pada pelakunya. Rasul pun pernah menerangkan bahwa berbuat baik pada orang lain seperti berbuat baik pada diri sendiri, begitu pula sebaliknya. Tabur-tuai adalah hukum alam semesta, sunatullah istilah arabnya.

Itupun jika kau mengimani bahwa Tuhan membalas sekecil-kecilnya perbuatan.

Di dunia ini, ada orang-orang yang tidak butuh dipuji dan tidak mempan dicaci-maki. Jika aku memberikan batu (cacian) pada seseorang dan orang tersebut tidak menerimanya, batu itu akan tetap jadi milik siapa?

Karena hukum alam juga bekerja sesuai janji-Nya, tentu aku akan rugi berlipat ganda. Bagaimana tidak, selain cacianku tidak mempan melukai tujuan, diri ini juga menuai ‘karmanya’ sendiri.

Pernah dengar eksperimen kristal-kristal air oleh ilmuwan Jepang Masaru Emoto?

Penelitian menyimpulkan bahwa kata-kata yang baik (misal; cinta, terima kasih, dsb) mempengaruhi keindahan kristal air, sebaliknya, kristal dalam air akan menjadi jelek dan tak beraturan jika air didekatkan pada sumber kata-kata yang tidak baik (misal; aku membencimu, kau tak berguna).

Bayangkan jika tubuh kita yang 70% terdiri dari air ini suka mendengungkan kata-kata yang tidak baik. Siapa yang pertama akan terkena dampaknya?

Jadi, wajar dong jika semakin aku mencaci maki seseorang, aku sendiri yang akan makin ‘sakit’.

Yang kucaci maki tidak merasakan apa-apa, justru kasihan kepalaku, kasihan jantungku, kasihan paru-paruku, kasian lambungku jika aku terus menerus mencaci maki dirimu. Rugi banget gak sih?

Tengok lebih dalam lagi. Dengan terus membenci, dengan terus mencaci maki, kau pikir kau sedang ‘menghukum’ seseorang namun sebenarnya kau tengah menghukum diri sendiri.

Sudahlah, ikhlaskan.

Accept and release, forgive and forget.

Berlagak menghukum seseorang berarti merebut kewenangan Tuhan

Bukankah kau berkata bahwa kau yang paling mengimani semua janji-Nya?

Penulis: Afi Nihaya Faradisa

SilahkanSHARE!

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Lima Tips Sukses dari Miliarder Dunia untuk Anak Muda

Lima Tips Sukses dari Miliarder Dunia untuk Anak Muda. SilahkanSHARE.com | Sebaik apa pun rencana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *