Monday , 24 July 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kesehatan ::: Studi: Risiko Cedera Remaja Meningkat, Ketika Kurang ataupun Kebanyakan Tidur

Studi: Risiko Cedera Remaja Meningkat, Ketika Kurang ataupun Kebanyakan Tidur

Studi: Risiko Cedera Remaja Meningkat, Ketika Kurang ataupun Kebanyakan Tidur.

SilahkanSHARE.com | Masa remaja adalah masa-masa yang paling menyenagkan, masa remaja pula dimana masa-masa ini kita sering kali mengabaikan kesehatan tubuh kita. Karena dengan asyik kita main hingga larut malam hingga kurang jam tidur, dan istirahat.

Pelajar usia sekolah seringkali tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup saat hari sekolah lalu menggantinya di hari lain dengan tidur sepanjang hari.

Faktanya, kebiasaan tersebut tidak baik bagi tubuh. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, remaja dengan kebiasaan tidur seperti itu akan menghadapi risiko tinggi terkait keselamatan mereka.

“Risiko yang akan muncul misalnya cedera saat berkendara,” ucap Anne Wheaton, penulis utama studi. Dalam studi ini, peneliti memfokuskan pengamatannya pada pelajar yang memiliki kecenderungan kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur.

Lebih lanjut, Wheaton mengatakan ada hubungan antara kuantitas tidur yang kurang atau berlebih dengan risiko keselamatan yang tinggi seperti cedera saat berkendara. Walaupun faktor penyebabnya belum diketahui dengan jelas.

Dikatakan Wheaton, depresi yang berkaitan dengan kurang tidur dianggap menjadi penyebab paling memungkinkan terjadinya peristiwa berisiko tinggi.

Studi yang dilakukan pada lebih dari 50.000 siswa SMA ini menemukan 69 dari 100 orang pelajar mendapatkan waktu tidur yang cukup, dan sisanya tidak. Perlu studi lanjutan untuk mengetahui alasan mengapa pelajar yang kurang tidur atau tidur terlalu banyak cenderung melakukan pelanggaran lalu lintas seperti tidak memakai helm saat berkendara dengan sepeda motor, tidak memakai sabuk pengaman saat mengemudi, mengemudi sambil mengirim pesan singkat bahkan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

“Pelajar yang tidur hanya lima atau enam jam semalam, dua kali lebih besar peluangnya untuk mengonsumsi alkohol saat berkendara. Hal yang sama juga ditemukan pada pelajar yang tidur lebih dari 10 jam sehari,” tutur Wheaton seperti dikutip dari Fox News.

Cukup tidur sendiri, oleh Anne didefinisikan sebagai pelajar mendapat tujuh jam tidur sehari pada malam sekolah.

Sumber: detikHealth.com

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

10 Perilaku Anak yang Menunjukkan Gejala Gangguan Mental

10 Perilaku Anak yang Menunjukkan Gejala Gangguan Mental. SilahkanSHARE.com | Sebagai orangtua, tentu sering mengkhawatirkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *