Friday , 21 April 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kesehatan ::: Smartphone Bisa Kurangi Risiko Kanker, Benarkah?

Smartphone Bisa Kurangi Risiko Kanker, Benarkah?

Smartphone Bisa Kurangi Risiko Kanker, Benarkah?

SilahkanSHARE.com | Duduk seharian tanpa melakukan aktivitas apa-apa bisa jadi tidak baik untuk kesehatan. Namun, benarkah smartphone masa kini bisa kurangi resiko kanker?

sebuah studi baru, menunjukkan bahwa smartphone Anda bisa jadi motivator yang efektif untuk membuat Anda ‘bergerak’. Hal tersebut disebut-sebut dapat mengurangi tingkat risiko kanker.

Studi yang disponsori oleh American Cancer Society dan dilakukan oleh para peneliti dari Oklahoma, Georgia, Alabama, Texas, dan Nebraska itu mengindikasikan bahwa smartphone dapat membantu orang untuk lebih banyak bergerak. Jika Anda terlalu banyak duduk diam, ponsel Anda akan menotifikasi Anda untuk berdiri dan bergerak.

Bagaimana penelitian tersebut dilakukan? Mengutip Huffington Post dan liputan6.com [30/01/16], partisipan dari penelitian tersebut menggunakan accelerometers — sebuah teknologi untuk menganalisis gerakan yang biasanya terdapat pada fitness trackers di smartphone tertentu.

Accelerometers tersebut akan memberikan notifikasi jika para partisipan tersebut duduk lebih dari dua jam pada hari sebelumnya, atau jika mereka mengaku sedang duduk ketika dihubungi dalam waktu acak oleh para peneliti.

American Cancer Society menyebutkan fakta-fakta bahwa kebiasaan hidup berdiam diri yang dilakukan oleh seseorang dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara, kolorektal, ovarium, serta prostat.

Penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun ini juga menemukan bahwa gaya hidup seseorang yang jarang bergerak juga bisa mengarahkannya pada risiko kegemukan.

“Sangat jelas, kebiasaan berdiam diri harus dikurangi dan menggantinya dengan berbagai aktivitas lain. Smartphone efektif membantu para partisipan penelitian untuk mengurangi aktivitas diam dan menambah aktvitas gerak mereka,” ujar Direktur Nutrisi dan Aktivitas Fisik American Cancer Society, Kerem Shuval.

Meski begitu, Shuval menambahkan, studi tersebut memiliki keterbatasan cakupan. “Pengamatan ini hanya dilakukan pada 215 orang dalam waktu tujuh hari, subjeknya pun sebagian besar adalah perempuan yang dipilih secara acak,” kata Shuval.

Percobaan ini memperlihatkan bahwa perangkat teknologi seperti smartphone, smartwatch, atau fitness band bisa membuat seseorang terus bergerak. Misalnya, notifikasi pada Apple Watch yang secara otomatis memberitahukan sudah berapa lama penggunanya duduk atau berdiam diri.

Bagi pengguna perangkat berbasis Android, bisa menjajal aplikasi seperti “Break Reminder” guna memperoleh notifikasi berkala untuk terus bergerak. Sedangkan pengguna iPhone bisa mencoba aplikasi “Stand Up!”

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Nasi Putih Lebih Berisiko Sebabkan Diabetes Ketimbang Minuman Manis?

Nasi Putih Lebih Berisiko Sebabkan Diabetes Ketimbang Minuman Manis? SilahkanSHARE.com | Otoritas kesehatan di Singapura …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *