Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kesehatan ::: Rajin Gosok Gigi, Ingatannya Bakal Tetap Tajam Saat Tua Nanti

Rajin Gosok Gigi, Ingatannya Bakal Tetap Tajam Saat Tua Nanti

Rajin Gosok Gigi, Ingatannya Bakal Tetap Tajam Saat Tua Nanti.

SilahkanSHARE.com | Mengosok gigi secara teratur banyak manfaatnya. Tidak hanya membersihkan gigi dan menjaga kesehatan mulut, rajin menggosok gigi juga berdampak pada daya ingat di masa tua. Barang siapa rajin menggosok gigi, ingatan akan tetap tajam meski sudah kakek dan nenek.

Setidaknya inilah temuan para peneliti dari King’s College London dan University of Southampton. Penelitian dilakukan dengan melacak kesehatan 59 laki-laki dan perempuan yang memiliki Alzheimer, baik ringan atau sedang, selama enam bulan.

Para relawan menjalani pemeriksaan gigi di awal penelitian. Mereka juga menjalani tes darah dan tes kognitif pada awal dan akhir penelitian. Ternyata relawan yang memiliki penyakit gusi atau periodontitis mengalami penurunan daya ingat yang jauh lebih cepat.

Hasil tes darah memberikan petunjuk mengapa ini bisa terjadi. Jadi pada mereka dengan penyakit gusi, darahnya mengandung lebih banyak bahan kimia yang menyebabkan peradangan. Nah, ini diduga merusak otak.

Diduga bakteri yang merusak gusi mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang kemudian memicu pelepasan bahan kimia penyebab peradangan. Karena itu diambil kesimpulan orang yang rentan terhadap masalah gusi juga lebih rentan dengan masalah memori.

Berbekal temuan ini, peneliti ingin tahu apakah dengan menanggulangi penyakit gusi juga bisa membantu mengatasi Alzheimer. Untuk itu penelitian lanjutan untuk mengembangkannya perlu dilakukan. Penelitian ini telah dilaporkan di jurnal PLoS ONE. Demikian dikutip dari Daily Mail, [11/3/16].

Penelitian serupa juga pernah digelar beberapa tahun lalu oleh peneliti di University of California. Penelitian menunjukkan orang yang tidak setiap hari gosok gigi, risikonya 65 persen lebih tinggi mengalami pikun dibanding yang gosok gigi 3 kali sehari. “Sangat dimungkinkan bahwa kebiasaan dalam menjaga kesehatan mulut mempengaruhi apakah kelak akan pikun atau tidak,” kata Annlia Paganini-Hill, ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut.

Sementara itu Mark Ide dari Dental Institute, King’s College London, menuturkan penyakit gusi banyak ditemukan di Inggris, di mana dialami 80 persen orang yang berusia 55 tahun ke atas. Fakta lain menyebut separuh orang-orang berusia 65 tahun ke atas kehilangan lebih dari sepuluh giginya. Ini merupakan tanda adanya penyakit gusi yang parah.

“Beberapa penelitian menunjukkan hilangnya sebagian besar gigi yang merupakan akibat dari penyakit gusi, terkait dengan risiko demensia yang lebih besar,” ucap dr Ide.
Dari penelitian, sambung dr Ide, perawatan gusi efektif mengurangi risio Alzheimer. Demikian pula pada pengobatan penyakit gusi pada pasien Alzheimer sangat mungkin memperlambat penurunan daya ingat. Untuk menguatkan dugaan ini, dr Ide pun menggelar penelitian.

Namun menurut dr Ide, rajin menyikat gigi bisa menjaga kesehatan gigi jika dilakukan dengan cara yang benar. Sering kali dr Ide menemukan orang yang gosok gigi dua kali dalam sehari, namun cara menggosok giginya tidak tepat.

Prof Dr dr Melanie S. Djamil, MBiomed, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti beberapa waktu lalu mengatakan menyikat gigi dengan sehat dan benar bisa dilakukan dengan memerhatikan dua hal. Pertama, waktunya, yakni setelah makan pagi dan sebelum tidur. Kedua, kebersihannya. “Kalau menyikat gigi tidak bersih rongga mulut akan kotor dan memicu penyakit,” ucap Prof Melanie.

Usahakan dalam menyikat gigi semua bagian gigi disikat dengan bersih dan rata. Jangan hanya menyikat gigi bagian pinggir atau depannya saja, namun juga bagian belakangnya. Selain itu jangan pula menyikat gigi terlalu keras sehingga membuat gusi berdarah.

Penting juga untuk memilih sikat gigi yang tepat. Sikat gigi yang baik adalah yang memiliki bulu lembut agar tidak menyebabkan iritasi di gigi maupun gusi. Jangan lupa pula mengganti sikat gigi tiap tiga hingga empat bulan sekali. Sebab jika bulu sikat gigi mulai usang, maka bulu sikat gigi tidak mampu membersihkan plak yang ada di antara gigi hingga plak menempel di sela-sela gigi.

Sumber: detikHealth.com

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Terlalu banyak informasi NEGATIF beredar di internet, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan inspirasi dan memotivasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan, serta kebaikan untuk pembacanya. Saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya! Anda setuju dengan KAMI, Silahkan bantu LIKE dan SHARE!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Nasi Putih Lebih Berisiko Sebabkan Diabetes Ketimbang Minuman Manis?

Nasi Putih Lebih Berisiko Sebabkan Diabetes Ketimbang Minuman Manis? SilahkanSHARE.com | Otoritas kesehatan di Singapura …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *