Monday , 24 July 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kesehatan ::: ‘Rahasia’ di Balik Tinggi Badan Seseorang

‘Rahasia’ di Balik Tinggi Badan Seseorang

‘Rahasia’ di Balik Tinggi Badan Seseorang.

SilahkanSHARE.com | Di dunia ini tidak ada yang seragam, termasuk urusan tinggi badan. Jika tidak ada orang pendek, maka artinya tidak ada orang yang tinggi. Bagaimanapun bentuk tubuh yang telah diberikan Tuhan haruslah disyukuri. Kendati demikian, para peneliti berupaya menguak ‘rahasia’ di balik tinggi badan seseorang.

Para peneliti menyebut sindrom manusia pendek benar-benar ada. Dalam studi baru disebut orang-orang pendek menjadi sosok yang lebih paranoid, curiga, dan takut orang lain. Apalagi ‘rahasia‘ di balik tinggi badan yang berhasil diidentifikasi peneliti, simak penuturannya sebagai berikut, seperti dikutip dari Mirror dan detikhealth.

#1. Panjang Umur

Usia seseorang merupakan rahasia Tuhan. Namun dengan mempelajari kencenderungan yang Anda, banyak penelitian yang menyebut bahwa orang yang lebih pendek biasanya berumur lebih panjang. Studi terbaru menganalisa 500 laki-laki yang lahir antara tahun 1866-1915 di Sardinia, suatu pulau di Italia. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki tinggi di bawah 162 cm memiliki usia lebih panjang rata-rata 2 tahun ketimbang laki-laki yang lebih tinggi.

Studi yang dipimpin Prof Michel Poulain dari Belgia dan Dr Luisa Salaris dari University of Cagliari di Italia mengatakan alasan yang bisa menjelaskan hasil studi ini adalah kerusakan DNA yang lebih rendah, potensi penggantian sel yang lebih besar, dan efisiensi yang lebih besar dari jantung.

Studi lain menunjukkan perempuan yang lebih pendek juga memiliki usia lebih panjang. Diketahui manusia yang paling lama hidup di dunia adalah perempuan Jepang yang tingginya sekitar 157 cm. Studi pada tikus, kuda, dan monyet juga menunjukkan bahwa yang ukurannya lebih kecil hidup lebih lama.

#2. Intelegensia

Menurut beberapa penelitian, orang yang memiliki badan tinggi cenderung lebih cerdas. Penelitian pada tahun 2006 di Princeton University menemukan anak-anak yang lebih tinggi memiliki hasil yang signifikan dalam tes kognitif.

Tahun lalu sebuah tim di University of Colorado menemukan hubungan antara tinggi badan dan kecerdasan. Peneliti menunjukkan bahwa orang-orang pintar lebih cenderung memilih orang yang lebih tinggi sebagai pasangan, dan sebaliknya. Tinggi badan dan kecerdasan dianggap sebagai sesuatu yang menarik, di mana keduanya saling memperkuat satu sama lain ketika pasangan tersebut memiliki anak.

“Tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada hewan, sifat-sifat yang menarik secara seksual cenderung berkorelasi,” ucap kepala studi Matthew Keller.

Penelitian juga menunjukkan tinggi ekstra pada seorang gadis di masa kecil adalah prediktor kuat dari kecerdasan yang lebih tinggi daripada anak laki-laki.

#3. Uang

Seorang pria dengan tinggi 182 cm memiliki pendapatan 15 persen lebih besar daripada rekannya yang memiliki tinggi 170 cm. Demikian sebuah studi mengatakan. Para peneliti di University of Sydney membandingkan upah dari 20.000 orang dengan indikator antara lain berat dan tinggi badan. Studi menemukan orang yang lebih tinggi memiliki pendapatan lebih banyak ketimbang orang yang lebih pendek. Hal ini terlihat lebih jelas pada laki-laki ketimbang perempuan.

Andrew Leigh, salah satu penulis laporan, mengatakan rasa hormat yang lebih besar pada orang-orang yang lebih tinggi mungkin secara tidak sengaja menyebabkan pemberian upah yang lebih besar ketimbang pada mereka yang memiliki badan lebih pendek.

#4. Ambisi

Akademisi di St Andrews dan Stirling University menyebut perempuan yang lebih pendek kurang ambisius. Ada kecenderungan perempuan yang lebih pendek lebih suka fokus untuk membina keluarga ketimbang pada karirnya.

Peneliti menanyai 1.220 wanita dari Inggris, AS, Kanada, dan Australia untuk keperluan studi ini. Hasilnya mereka menemukan perempuan yang lebih tinggi memiliki anak lebih sedikit dan lebih ambisius. Peneliti berspekulasi bahwa perempuan tinggi memiliki lebih banyak testosteron, yang diterjemakan sebagai ‘sifat’ laki-laki.

Psikolog klinis Dr Miriam Law Smith mengatakan, “Pria dalam berbagai kebudayaan tubuhnya lebih tinggi dari perempuan. Karena itu tinggi menjadi indikator kejantanan fisik yang lebih besar.”

Fisiologi tubuh mengontrol psikologi pikiran. Inilah yang ditengarai sebenarnya terjadi.

#5. Pasangan Hidup

Pria jangkung umumnya mendapatkan banyak kelebihan dalam hidupnya, tak terkecuali memiliki lebih banyak anak-anak. Akan tetapi laki-laki yang lebih pendek cenderung menjadi suami yang lebih baik.

Sebuah studi meminta perempuan untuk memilih pasangan baik untuk hubungan jangka pendek maupun jangka panjang, hanya dengan melihat foto laki-laki yang disordorkan. Dalam foto terlihat jelas perbedaan tinggi badan para laki-laki itu.

Temuan yang dipublikasikan dalam Biological Psychology menemukan laki-laki yang memiliki tubuh tinggi ternyata dua kali lebih populer sebagai teman kencan ketimbang untuk diajak membangun hubungan jangka panjang.

#6. Anak-anak

Pria jangkung  memiliki kecenderungan lebih mungkin untuk menjadi ayah. Gert Stulp dari University of Groningen di Belanda pernah melakukan penelitian yang berkesimpulan bahwa pria dengan tinggi tubuh rata-rata cenderung memiliki anak yang lebih banyak daripada pria yang tingginya di atas rata-rata. Pria yang memiliki tinggi badan 179 cm rata-rata memiliki 2,6 anak. Sedangkan pria yang tingginya 195 cm rata-rata memiliki 2,17 anak.

Pada perempuan, mereka yang lebih pendek lebih terfokus pada keluarga dan kurang ambisius. Karena itu mereka cenderung memiliki anak lebih banyak daripada perempuan bertubuh tinggi.

#7. Kebahagiaan

Sebuah jajak pendapat di AS yang melibatkan lebih dari 454.000 orang dewasa menemukan orang yang lebih tinggi cenderung hidup lebih baik. Penelitian di Princeton University menemukan orang yang lebih tinggi lebih mungkin untuk memiliki emosi bahagia.

Sementara itu orang yang lebih pendek sekitar 1,9 cm lebih pendek dari tinggi rata-rata cenderung mendapat hal-hal buruk dalam hidupnya.  Laporan Angus Deaton mengatakan hal ini terkait dengan fakta bahwa orang-orang tinggi cenderung memiliki pendidikan yang lebih baik dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Data ini juga menunjukkan bahwa pria lebih pendek membutuhkan kenaikan gaji 29 persen untuk memberi mereka ‘kepuasan hidup’ yang sama.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

10 Perilaku Anak yang Menunjukkan Gejala Gangguan Mental

10 Perilaku Anak yang Menunjukkan Gejala Gangguan Mental. SilahkanSHARE.com | Sebagai orangtua, tentu sering mengkhawatirkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *