Wednesday , 22 March 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kisah Guru Kehidupan ::: Kisah Inspirasi ::: Programer Jonathan Abrams, Pendiri Friendster yang Peduli Anak-anak

Programer Jonathan Abrams, Pendiri Friendster yang Peduli Anak-anak

Programer Jonathan Abrams, Pendiri Friendster yang Peduli Anak-anak.

SilahkanSHARE.com | Jika bicara tentang situs pertemanan Friendster yang terkemuka di awal tahun 2000an, tentu banyak orang sempat menggunakan situs ini. Namun tidak semua orang tahu mengenai siapa di balik jejaring sosial yang ditutup pada 2011 itu.

Pendiri Friendster adalah seorang programer bernama Jonathan Abrams. Dikutip dari TeknoLiputan6.com [16/03/16], dari profil pribadi Abrams di jejaring sosial profesional LinkedIn, sebelum mendirikan Friendster ia adalah lulusan Ilmu Komputer dari McMaster University yang berkuliah pada 1990-1995.

Setelah lulus, pria yang memiliki kepedulian pada dunia anak-anak, pendidikan, dan aksi sosial ini kemudian bekerja sebagai senior software engineer untuk Netscape selama dua tahun.

Kemudian, kurang dari satu tahun, ia bekerja di Bitfone yang bermarkas di Palo Alto. Pada perusahaan tersebut, ia berprofesi sebagai senior director of engineering.

Setelah berhenti bekerja di perusahaan milik orang lain, Abrams pun mengembangkan sebuah program yang akhirnya ia beri nama Friendster. Pria asal Kanada tersebut mendirikan Friendster pada 2002.

Di bawah kepemimpinannya sebagai CEO Friendster, jejaring sosial bikinannya itu sukses di penjuru dunia, termasuk di Asia Tenggara dan Indonesia. Bahkan dikabarkan, jumlah penggunanya pada 2008 tembus lebih dari 115 juta akun.

Menilik kesuksesan situs pertemanan tersebut, raksasa mesin pencari Google pun sempat ingin membelinya. Kala itu, nilai yang ditawarkan adalah US$ 30 juta atau sekitar Rp 398 miliar jika dikonversikan ke kurs saat ini. Sayangnya, Google pun membatalkan akuisisi tersebut.

Meski begitu, menurut informasi dari laman Tech Crunch, Friendster tetap mendapatkan kucuran dana dari Kleiner, Perkins, Caufield & Byers serta BenchMark Capital dengan nilai US$ 53 juta atau setara dengan Rp 703 miliar.

14052014-socmed


Sayangnya, karena tidak bisa bertahan menghadapi kompetisi yang datang dari Facebook, di tahun 2006 Friendster mulai goyah dan tutup pada 2011.

Namun, sebelum Friendster terpuruk, pada 2005, Abrams telah berhenti dari jabatannya sebagai CEO yang kemudian digantikan oleh Tim Koogle. Abrams pun lantas melanjutkan karier dengan mendirikan sekaligus menjadi CEO Socializr hingga 2010.

Selanjutnya, ia menjadi pemilik Slide Nightclub sejak 2006 hingga saat ini. Tidak hanya itu, Abrams juga sempat menjadi Advisor di perusahaan bernama AngelList hingga kini.

Ingin melanjutkan kesuksesan di bidang teknologi, ia pun mendirikan jejaring sosial Nuzzel sekaligus menjadi CEO pada 2012 hingga saat ini.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kembalikan Dompet Pengusaha, Pengemis Diberi Pekerjaan & Tempat Tinggal

Kembalikan Dompet Pengusaha, Pengemis Diberi Pekerjaan & Tempat Tinggal. SilahkanSHARE.com | Pengemis bernama Waralop, 44 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *