Thursday , 23 March 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Aneh dan Misteri ::: Pertama Kalinya Sejak 40 Tahun Terakhir, NASA Temukan Oksigen di Atmosfer Mars

Pertama Kalinya Sejak 40 Tahun Terakhir, NASA Temukan Oksigen di Atmosfer Mars

Pertama Kalinya Sejak 40 Tahun Terakhir, NASA Temukan Oksigen di Atmosfer Mars.

SilahkanSHARE.com | Pertama kalinya sejak 40 tahun terakhir, tim peneliti NASA akhirnya kembali mendeteksi ada kandungan atom oksigen di atmosfer Mars.

Tim peneliti NASA menggunakan instrumen Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) yang mengangkasa di ketinggian 13,7 kilometer di atas Bumi.

Atom oksigen ditemukan di atmosfer Mars bagian atas, yang dikenal dengan istilah mesosfer. Penemuan ini dianggap bisa membantu para astronom mengidentifikasi bagaimana gas bisa melarikan diri dari Planet Merah pada zaman dulu.

Di sisi lain, temuan tersebut juga dinilai sangat menggembirakan, sebab selama ini Mars selalu dijadikan target habitat baru di masa depan oleh manusia.

Kendati begitu, tim NASA hanya menemukan setengah kandungan oksigen dari yang mereka harapkan, namun mereka tetap meyakini bahwa masih banyak kemungkinan yang belum terungkap dari ‘misteri’ atmosfer Mars.

Sayangnya tim NASA belum mengungkapkan jumlah kandungan oksigen di atmosfer Mars. Mereka hanya menekankan, sudah pasti di bawah ekspektasi mereka.

Mengutip situs Science Alert, atom oksigen terakhir kali ditemukan di atmosfer Mars adalah pada saat misi Viking dan Mariner di tahun 1970an.

Lantas mengapa jaraknya jauh, dari era 1970an ke 2016? Satu hal yang mereka yakini menjadi penyebabnya adalah langit Bumi.

“Sudah bukan rahasia lagi bahwa atom oksigen di atmosfer Mars sulit diukur,” ucap ilmuwan proyek SOFIA, Pamela Marcum.

Ia melanjutkan, “untuk mengobservasi panjang gelombang inframerah jarak jauh demi mengungkap atom oksigen, peneliti harus berada di atas mayoritas atmosfer Bumi dan menggunakan instrumen dengan tingkat kepekaan yang tinggi, dalam hal ini adalah spektometer. SOFIA memiliki kemampuan itu.”

Selama ini para peneliti ternyata memang merasa kondisi langit Bumi sedang menyusahkan selama beberapa dekade terakhir, khususnya karena tingkat kepadatan dan kelembabannya yang membuat mereka sulit mengamati objek di luar planet.

Dari sini, tim peneliti mencoba mengatasinya dengan mengembangkan sejumlah instrumen ilmiah seperti laser raksasa, hingga SOFIA.

Sekadar diketahui, SOFIA adalah proyek hasil kerja sama NASA dan German Aerospace Center (DLR).

SOFIA sejatinya adalah pesawat Boeing 747SP yang dimodifikasi agar bisa membubung tinggi ke luar atmosfer Bumi untuk mengambil gambar dengan kualitas yang lebih tajam. Ia membawa teleskop yang memiliki diameter 2,5 meter.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Tiga Teori Ilmuwan Tentang Keberadaan Tuhan

Tiga Teori Ilmuwan Tentang Keberadaan Tuhan. SilahkanSHARE.com | Menurut Stephen Hawking, fisikawan paling terkenal di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *