Saturday , 27 May 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Aneh dan Misteri ::: Misteri Pasir Pantai di ‘Atas Awan’ Papua

Misteri Pasir Pantai di ‘Atas Awan’ Papua

Misteri Pasir Pantai di ‘Atas Awan’ Papua.

SilahkanSHARE.com | Papua menyimpan banyak fenomena alam yang di luar nalar. Salah satunya yakni pasir yang halus seperti pasir pantai di ketinggian lebih dari 4.100 Mdpl. Inilah pasir pantai di ‘atas awan’ yang masih jadi misteri!

Saat menuju trek New Zealand Pass dari kawasan Gua Maximus, Rabu (26/8) kemarin, tim Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 menemukan berbagai hal unik. Selain melihat danau tiga warna yang cantik, padang savana dan tebing-tebing yang tinggi, satu lagi yang bikin geleng-geleng kepala adalah pasir putih.

Begitu memasuki ketinggian sekitar 4.200 mdpl, trek yang menanjak makin terasa berat. Pelan-pelan, rerumputan tinggal sedikit dan pemandangannya menjadi serba bebatuan tanpa pohon. Saya yang berjalan sambil menundukan kepala karena sangat lelah, melihat pasir putih tersebut.

Dikutip dari detik.com. Pasir putihnya seperti pasir-pasir yang ada di pantai. Halus sekali ketika dipegang. Bagaimana bisa, ada pasir seperti ini diketinggian lebih dari 4.000 mdpl?

“Ah, tidak tahu. Sudah ada ini dari dulu, banyak,” ujar Timotius, salah satu porter yang berasal dari Desa Ugimba.

Pasir-pasirnya seperti tercecer. Ada di berbagai sudut sepanjang trek mau ke New Zealand Pass yang dilalui pendaki. Terlintas di dalam benak, mungkin bsa jadi dulunya kawasan ini laut ya?

“Kalau dari berbagai sejarah yang saya tahu, Carstensz dan pegunungan di sini dulunya lempengan di bawah laut. Puluhan ribu tahun lalu, lempengannya bertemu dan terus naik ke atas hingga sekarang ini. Maka dari itu, di sekitar sini banyak ditemukan fosil kerang laut,” kata ketua tim pemandu Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 menjelaskan kepada saya di Basecamp Danau-danau.

Memang sih, jika diperhatikan, beatuan di pegunungan di sekitar Puncak Carstensz berbeda dengan bebatuan yang biasa dilihat di gunung-gunung di Pulau Jawa. Teksturnya lebih tajam dan lebih keras.

Tapi, penjelasan Hendricus belum membut saya puas. Masih jutaan pertanyaan di pikiran ini. Begitu turun dari Puncak Carstensz dan kembali ke Jakarta, saya terus mencari penjelasan di internet mengenai soal pasir putih itu.

“Jadi begini, Papua itu masih misteri. Masih banyak yang belum orang tahu dan orang lihat, seperti salah satunya yang kamu lihat seperti pasir pantai itu. Penjelasan mengenai pasir putih itu, hingga kini belum ada penelitian atau ahli geologi yang memuaskan,” papar Maximus Tipagau, penanggung jawab Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015.

Bagi Maximus, fenomena-fenomena alam yang aneh di Papua menjadi berkah dari Tuhan. Berkah yang seolah membuktikan, Papua seolah surga yang jatuh ke Bumi dengan banyak hal yang bisa bikin orang takjub.

“Benar kata Pak Hendricus, banyak fosil kerang ditemukan di ketinggian 4.000 mdpl. Itu aneh dan buat orang takjub, belum lagi banyak hewan langka seperti dingiso yaitu koala yang hanya ada di sekitar Carstensz di ketinggian 4.000 mdpl. Itu juga belum diteliti,” ungkap Maximus.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Salar De Uyuni, Cermin Alam Terbesar di Dunia

Salar De Uyuni, Cermin Alam Terbesar di Dunia. SilahkanSHARE.com | Inilah Salar de Uyuni, dataran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *