Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kesehatan ::: Misophonia, Kondisi yang Bikin Seseorang ‘Benci’ Dengar Suara Tertentu

Misophonia, Kondisi yang Bikin Seseorang ‘Benci’ Dengar Suara Tertentu

Misophonia, Kondisi yang Bikin Seseorang ‘Benci’ Dengar Suara Tertentu.

SilahkanSHARE.com | Suara bising bisa saja mengganggu. Namun, bagaimana jika suara yang terdengar ‘sepele’ seperti gigi yang berderit atau napas berat bisa membuat seseorang terusik? Bisa jadi, misophonia penyebabnya.

Psikolog klinis anak dan dewasa di University of South Florida, Eric Storch, PhD, mengatakan secara harfiah, misophonia berarti kebencian akan suara. Namun, kondisi ini menurut Storch lebih rumit dari itu. Ia mengatakan, misophonia merupakan sensitivitas selektif di mana suara-suara tertentu dari orang lain atau lingkungan sekitar bisa membuat seseorang merasa menderita luar biasa.

“Orang dengan misophonia, tidak berekasi terhadap semua suara. Umumnya, suara gigi berderit, gigi bergemeretak, dan suara kuku di papan tulis bisa membuat mereka terganggu sekali sampai merasakan efek samping,” kata Storch, seperti dikutip dari Women’s Health, [7/3/16].

Efek samping yang bisa terjadi di antaranya stres luar biasa, cemas, mudah merasa marah, frustasi, atau muak dengan suara tersebut. Storch mengungkapkan, suara pemicu bagi tiap orang memang berbeda. Sebab, ada orang yang langsung merasa cemas dan tidak nyaman ketika mendengar dengusan napas yang keras, kunyahan, kaki yang bergerak-gerak, gesekan celana, batuk, atau suara lain dari tubuh.

Storch menuturkan, hal ini bisa terjadi karena beberapa orang memiliki sensitivitas biologis yang lebih intens terhadap suara tertentu. Nah, untuk menghindari ketidaknyamanan karena mendengar suara itu, Storch menyarankan untuk hindari pemicunya, yakni suara-suara tersebut.

“Tapi itu hanya berdampak pada jangka pendek. Sayangnya, cara untuk mengatasi misophonia dalam jangka panjang masih perlu diteliti lagi. Namun setidaknya, jika kondisi itu amat mengganggu, Anda bisa mengatasi kondisi itu dengan konsultasi ke psikolog atau psikiater untuk mendapat Cognitive Behavioral Therapy misalnya,” kata Storch.

Apalagi, dalam keseharian pastinya Anda harus bersosialisasi dengan orang lain. Untuk itu, Storch menekankan pentingnya memberi tahu kondisi Anda kepada teman atau keluarga. Dengan demikian, pemicu berupa suara-suara yang membuat Anda merasa tidak nyaman bisa dihindari.

Sumber: detikHealth

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Terlalu banyak informasi NEGATIF beredar di internet, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan inspirasi dan memotivasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan, serta kebaikan untuk pembacanya. Saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya! Anda setuju dengan KAMI, Silahkan bantu LIKE dan SHARE!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Nasi Putih Lebih Berisiko Sebabkan Diabetes Ketimbang Minuman Manis?

Nasi Putih Lebih Berisiko Sebabkan Diabetes Ketimbang Minuman Manis? SilahkanSHARE.com | Otoritas kesehatan di Singapura …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *