Friday , 18 August 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kisah Guru Kehidupan ::: Kisah Inspirasi ::: Mengharukan, 7 Remaja Rawat Ibu Sahabtnya yang Telah Meninggal

Mengharukan, 7 Remaja Rawat Ibu Sahabtnya yang Telah Meninggal

Mengharukan, 7 Remaja Rawat Ibu Sahabtnya yang Telah Meninggal.

SilahkanSHARE.com | Ada yang mengatakan, sahabat sejati itu selalu ada di kala suka dan duka. Sangat sedikit orang-orang yang bisa dijadikan sahabat.  Sungguh beruntung nasib Zhang Kai. Laki-laki dari Hefei, Tiongkok ini mempunyai sahabat-sahabat yang setia sampai akhir hayatnya.

Ceritanya, wanita bernama Sheng Ru-Zhi mengalami nasib buruk. Zhang adalah anak laki-laki semata wayangnya yang divonis menderita kanker leukemia. Sebagai ibu tentu sangat sedih. Namun dalam kesedihan, perempuan itu selalu ditemani oleh tujuh sahabat Zhang.

Mereka secara bergantian membesuk dan menemani perempuan  itu di rumah sakit, tempat Zhang dirawat.  Sayang setelah beberapa lama dirawat, nyawa Zhang tak tertolong. Anak tunggal itu pergi untuk selama-lamanya. Ibu Zhang berduka dan memutuskan untuk mengisi waktu sisa hidupnya dengan berkabung untuk anaknya yang telah pergi ke surga.
Namun pada hari ketiga, ada seseorang yang mengetuk pintunya.

“Saya sedang sendirian waktu itu, “ katanya seperti yang ditulis Shangaiist dan liputan6.com “Mereka datang ke rumah saya dan mengisinya dengan kehidupan lagi, “ tambahnya.

Sheng tak pernah berpikir bahwa kunjungan sahabat Zhang hari itu akan terus berlanjut sampai 11 tahun lamanya.

Setelah beberapa tahun, sahabat-sahabat Zhang kini telah lulus kuliah, menikah dan punya anak. Namun, sampai sekarang mereka terus merawat ibu sahabatnya tersebut. Tidak peduli sesibuk apapun mereka dan jauhnya jarak ke rumah Sheng, sahabat Zhang tersebut terus datang untuk merawat perempuan yang kini makin menua itu.

“Mereka seperti anak-anak saya sendiri”, kata Sheng.

Selama musim dingin 2008, Li fei membawakan bahan makanan dan melarang perempuan itu keluar karena cuaca buruk.

Dia pun berjanji untuk terus mengirimi bahan makanan jika sudah habis. Ia pun mengajak anak dan istrinya mengunjungi ibu sahabatnya itu.

Perempuan itu ingat betul pada saat gempa tahun 2008. Sebagian besar tetangganya sudah meninggalkan rumah, namun ia tetap tak beranjak.  Dia berdiam diri di kamarnya, putus asa. Beruntung ia dibantu oleh tetangganya, Fu dan 5 orang temannya.

Peristiwa buruk terjadi lagi pada 2012, pemerintah mengklaim rumah Sheng. Ia terpaksa pindah ke rumah baru, dan tentu saja sahabat-sahabat anaknya menyumbang uang untuk membantu merenovasi rumahnya. Selama rumahnya direnovasi, Sheng tinggal di rumah Fu selama3 bulan.

Namun, mereka tidak mau kisah persahabatan mereka yang mengharukan terekspos. Mereka menganggap apa yang mereka lakukan itu bukan sesuatu yang istimewa sama sekali.

“Mengurus Sheng adalah tanggung jawab semua orang,” kata Fu. “Bahkan setelah 10 atau 20 tahun, kami masih akan terus merawatnya.”

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kisah Miliarder Arab Saudi yang Memilih Hidup Miskin Agar Lebih Bahagia

Kisah Miliarder Arab Saudi yang Memilih Hidup Miskin Agar Lebih Bahagia. SilahkanSHARE.com | Berbeda dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *