Wednesday , 21 June 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kisah Guru Kehidupan ::: Lu Xiaoying, Si Nenek Miskin yang Merawat 30 Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah

Lu Xiaoying, Si Nenek Miskin yang Merawat 30 Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah

Lu Xiaoying, Si Nenek Miskin yang Merawat 30 Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah.

SilahkanSHARE.com | Seringkali kita selalu memiliki keinginan untuk bisa membantu orang lain saat kita sudah kaya nanti. Padahal sebagai manusia, berbuat baik atau menolong orang lain tidak harus menunggu sampai kaya dahulu.

Menolong dan membantu sesama bisa kita lakukan dari yang kita mampu dan kita bisa. Salah satu sosok yang sudah melakukan kebaikan untuk membantu sesama walau dalam keadaan miskin sekalipun yaitu Kisah dari Lu Xiaoying.

Walau hidup dalam kondisi serba kekurangan ternyata tak menghalangi seorang wanita bernama Lu Xiaoying untuk menjadi manusia berhati malaikat.

Wanita tua berusia 88 tahun ini, sehari-harinya bekerja sebagai pemulung dan tinggal seorang diri karena suaminya telah meninggal dunia.

Aksi kepahlawanan Xiaoying menjadi buah bibir di China setelah ia berhasil menyelamatkan dan membesarkan 30 bayi yang ditemukan di tempat pembuangan sampah.

Selama bertahun-tahun jadi pemulung, Xiaoying seringkali menemukan bayi yang dibuang di tempat sampah.

Meski ia sendiri hidup susah, namun tetap tak tega jika harus membiarkan bayi tersebut dibuang oleh orangtuanya.

Sejak tahun 1970-an, sudah sekitar 30 bayi yang diambil dan diselamatkan xioying dari tempat sampah. Wanita tua itu tentu membesarkan bayi-bayi yang ditemukannya seorang diri.

Setelah sebagian anak angkatnya beranjak dewasa. xiaoying kemudian mencari keluarga asuh. Xiaoying sadar karena dirinya tak sanggup menyekolahka dan merawat semua anaknya hingga dewasa.

Kini, xiaoying terbaring sakit dan menderita gagal ginjal. Namun kondisi tersebut tetap tak menghalanginya untuk merawat anak angkat bungsunya yan ditemukan sekitar enam tahun lalu di tempat pembuangan sampah.

Setelah membaca kisah diatas, ada pesan moral penting bahwa untuk membantu orang lain tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu. Jika kita memang hanya punya uang sepuluh ribu rupiah, apa salahnya jika kita hanya bisa membantu [beramal] seribu perak, begitu juga seterusnya.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Dari Papua Menembus NASA, Bob dan Thinus Dua Siswa SMA Harumkan Nama Indonesia

Dari Papua Menembus NASA, Bob dan Thinus Dua Siswa SMA Harumkan Nama Indonesia. SilahkanSHARE.com | …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *