Tuesday , 30 May 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Internasional ::: Kisah Sukses Perjuangan John Hanke, Pencetus Game Pokemon Go

Kisah Sukses Perjuangan John Hanke, Pencetus Game Pokemon Go

Kisah Sukses Perjuangan John Hanke, Pencetus Game Pokemon Go.

SilahkanSHARE.com | Kehadiran game Pokemon Go terus menjadi sensasi di tahun 2016 ini. Sejak diluncurkan pada 6 Juli lalu, game ini sukses membius banyak orang. Bagaimana tidak, hanya dalam kurun waktu singkat pengguna game ini telah membludak hingga mencapai 10 juta orang. Rekor ini melebihi aplikasi populer lain seperti Facebook, Snapchat, Instagram dan Whatsapp

Kesuksesan yang diraih Pokemon Go tidaklah datang dengan mudah. Dilansir Liputan6.com dari laman storypick.com, Kamis [14/7/16], pengembangan game ini ternyata memakan waktu hingga 20 tahun.

Pencetus pembuat game ini bernama John Hanke. Hanke memulai pengembangan game Pokemon Go ini pada tahun 1996 ketika masih berstatus sebagai mahasiswa.

Game pertama yang ia buat bernama Meridian 59. Game tersebut menganut konsep MMO (massively multiplayer online game) yang memungkinkan game untuk dimainkan oleh beberapa orang.

Ia kemudian memiliki visi yang lebih besar. Game tersebut ia jual sembari bercita-cita untuk bisa membuat game yang terintegrasi dengan lokasi wilayah secara nyata.

Di tahun 2000, Hake meluncurkan aplikasi Keyhole yang bisa mengintegrasikan GPS dengan peta permukaan di dunia. Aplikasi tersebut kemudian dibeli oleh Google.

Keyhole merupakan cikal bakal dari aplikasi berbasis GPS Google Earth yang terkenal hingga kini. Setelah sukses menelurkan program tersebut, Hanke pun memilih fokus untuk mengembangkan game berbasis GPS.

Visi besarnya tersebut tercipta pada tahun 2010. Ia mendirikan Niantic Labs, sebuah perusahaan rintisan yang berdiri dibawah dana sokongan Google. Niantic Labs memiliki misi untuk menciptakan game yang bisa dimainkan secara nyata. Salah satu caranya adalah dengan mengintegrasikan game tersebut dengan data GPS.

“Saya selalu berpikir bahwa saya bisa membuat game canggih dengan menggunakan data GPS yang kita miliki. Penggunaan ponsel yang semakin berkembang menjadi peluang besar untuk mengembangkan game petualangan yang bisa terkoneksi dengan dunia nyata,” tutur Hanke.

Game pertama yang diciptakan Niantic Labs bernama Ingress. Game yang diluncurkan pada tahun 2012 ini memungkinkan pemain untuk memainkan permainan sesuai dengan area yang terlihat di GPS.

screen shot 2013-07-26 at 2.55.11 pm.png

Ingress menuai sambutan positif di pecinta game. Kesuksesan ini membuat Hanke semakin semangat untuk mengembangkan game lain dengan konsep yang sama.

Hanke pun memutuskan untuk mengembangkan game Pokemon Go. Inspirasinya datang pada tahun 2014. Di tahun itu, Google dan Pokemon Company bekerja sama untuk merayakan April Fools Day.

Pengguna aplikasi Google Map akan dihibur dengan kehadiran Pokemon di dalamnya. Banyak pengguna yang suka dengan konsep tersebut. Modal itulah yang dipakai Hanke untuk meluncurkan Pokemon Go.

google-map-pokemon-challenge

Hanke menggunakan data yang sebelumnya di dapat dari permainan Ingress. Ia kemudian menambahkan fitur lain yang dapat memanjakan pengguna game Pokemon Go seperti Pokestops dan Gym.

“Lokasi Pokestops ditentukan oleh pengguna. Tempat tersebut muncul berdasarkan dari data tempat-tempat apa saja yang sering dikunjungi oleh pengguna,” jelas Hanke.

Hanke berhasil mengumpulkan dana mencapai US$ 25 juta dari Google, Nintendo dan Pokemon Company. Uang tersebut dipakai untuk merekrut anggota tim lebih banyak agar game tersebut dapat diluncurkan pada tahun ini.

Akhirnya pada tanggal 6 Juli lalu, game Pokemon go diluncurkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru.

Sejak diluncurkan, game ini sukses menduduki urutan tertinggi aplikasi yang banyak diunduh dan aplikasi terlaris, baik di Android maupun iOS.

pokemongo_gym

Walaupun kesuksesan dan kepopuleran “Pokémon Go” masih dihalangi masalah privasi dan keamanan, serta berbagai risiko ketika memainkan permainan ini, tetapi kesuksesan permainan ini terus meningkat.

#Versi Video

Game ini mampu menarik keuntungan hingga US$ 2 juta per hari. Saham Nintendo pun naik hingga 25 persen akibat popularitas Pokemon Go.

Nintendo berencana mengeluarkan alat portabel yang dapat memainkan Pokémon Go tanpa menggunakan smartphone yang diberi nama Pokémon Go Plus. Belum banyak informasi terkait alat ini, tapi Pokémon Go Plus diperkirakan dijual dengan harga US$ 35 atau sebesar Rp 459 ribu.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Amancio Ortega Sosok Sederhana yang Menjadi Orang Terkaya di Dunia, Mengalahkan Kekayaan Bill Gates

Amancio Ortega Sosok Sederhana yang Menjadi Orang Terkaya di Dunia, Mengalahkan Kekayaan Bill Gates. SilahkanSHARE.com …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *