Wednesday , 24 May 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kisah Guru Kehidupan ::: Kisah Nyata: Prinsip Hidup Tukang Becak ini Antarkan Anaknya Jadi Dosen dan Pejabat
ilustrasi: dakwatuna.com

Kisah Nyata: Prinsip Hidup Tukang Becak ini Antarkan Anaknya Jadi Dosen dan Pejabat

Kisah Nyata: Prinsip Hidup Tukang Becak ini Antarkan Anaknya Jadi Dosen dan Pejabat.

SilahkanSHARE.com | Untuk ke sekian kalinya kami bagikan salah satu tulisan yang kami ambil dari seorang Saptuari yang tiada henti selalu berbagi inspirasi dan motivasi.

Setiap cerita yang dia tulis selalu penuh makna yang begitu dalam dan seolah tak ada sedikitpun ingin berhenti membacanya.

Bahkan kami ketika membaca tulisan-tulisan Saptuari yang ditulis secara rutin di salah satu Group yang dibuat oleh Saptuari seolah tidak cukup untuk hanya membaca stu kali atau dua kali.

Untuk cerita-cerita yang sangat menginspirasi dan memberi pesan yang sangat mendalam, terkadang membaca harus sampai dua tiga kali bahkan lebih.

Bukan karena tidak faham, tapi justru karena faham itulah dan karena kekaguman akan kisah dan pesan di dalamnya itulah yang membuat kami kecanduan sehingga kami juga mendokumentasikan setiap tulisan Saptuari melalui SilahkanShare.com ini.

Seperti kisah berikut yang sangat menginpirasi untuk siapapun yang membacanya. Kami tidak bisa memberikan judul terbaik dari tulisan ini karena sebaik apapun judulnya tidak akan bisa mewakili jutaan pesan dan hikmah serta inspirasi dari isi tulisanya.

Silahkan anda baca dari kata perkata yang bisa dipastikan anda akan terpana, yang kami harapkan anda mendapatkan inspirasi dan hikmah dan ilmu luar biasa di dalamnya.

Tulisan dari Ustad Salim A. Fillah ini juga menarik, menahan nafas membacanya..
Tertulis dalam bukunya “Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta”

“Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur”

Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu, yakni:
(1) jangan pernah menyakiti
(2) hati-hati memberi makan istri.”

“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.

“Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?”.
Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah,” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini.

Tukang becak ini Hafidz Qira’at Sab’ah! Beliau menghafal Al-qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan: qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.

Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.

Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah soal tarif becaknya.

Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.

Misalnya ada yang berkata, “Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak.”

Itu namanya sudah menyakiti. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.
“Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Jawabnya pasti OK. “Pak, terminal Rp 3.000 ya.”
Jawabnya juga OK. Bahkan kalau,“Pak, terminal Rp 1.000 ya.” Jawabnya juga sama, OK.

Gusti Allah, manusia macam apa ini!

Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri. Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan. Stop! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu.

Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafidz Al-qur’an semua.

Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta.

Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintah.

Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente diganti kaus oblong dan celana sederhana.

Ini adab, tata krama.

Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis.

Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.

Ustadz Salim melanjutkan, “Waktu saya ceritakan ini pada istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito keesokan harinya, kami menangis.

Ada banyak kekasih Allah yang tak kita kenal.”

Ah, benar sekali: banyak kekasih Allah dan “manusia langit” yang tidak kita kenal.

Oleh:
Ustadz Salim A.Fillah

Rasanya sungguh bahagianya keluarga diatas, memiliki orang tua yang walau hanya seorang tukang becak, tapi memiliki prinsip hidup yang mengagumkan!

Tidak heran jika anak-anak mereka juga dengan mudah mampu meraih sukses karena memiliki orang tua yang sungguh luar biasa!

Bagaimana kesan anda usai membaca tulisan Saptuari diatas?

Semoga anda mampu mendapatkan manfaat dan inspirasi yang luar biasa dari kisah – kisah diatas dan mampu mengambil pelajaran dan ilmu yang luar biasa banyak.

SilahkanSHARE kepada teman-teman anda agar supaya mereka juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk membaca dan mendapatkan banyak inspirasi dan motivasi dari kisah-kisah luar biasa tersebut.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Jika 3 Orang Ini Masih Ada, Dunia Bakal Tunduk Kehadapan Indonesia

Jika 3 Orang Ini Masih Ada, Dunia Bakal Tunduk Kehadapan Indonesia. SilahkanSHARE.com | Ngara Republik …

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *