Sunday , 28 May 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Internasional ::: Kisah Bocah Ajaib, Bekerja untuk NASA di Usia 17 Tahun

Kisah Bocah Ajaib, Bekerja untuk NASA di Usia 17 Tahun

Kisah Bocah Ajaib, Bekerja untuk NASA di Usia 17 Tahun.

SilahkanSHARE.com |Moshe Kai Cavalin namanya. Sekilas, dia terlihat seperti remaja berusia 17 tahun pada umumnya. Namun, jika Anda mengenalnya lebih jauh, Moshe Kai sebenarnya adalah bocah jenius.

Remaja asal California, Amerika Serikat, itu sudah punya dua gelar sarjana, sukses menulis dua buku, bisa menerbangkan pesawat dan bekerja bagi Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Wajar, jika Moshe Kai disebut sebagai wonder boy alias anak ajaib.

Dikutip dari cnnindonesia.com [02/12/15]. Seumur hidupnya, Moshe Kai adalah kolektor prestasi. Dia mendaftar masuk ke Universitas Los Angeles saat baru berusia 8 tahun. Dia merupakan mahasiswa termuda di seluruh Amerika Serikat. Tidak berhenti sampai disitu, dia pun hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan kuliah dengan IPK sempurna, 4.0.

Di tahun yang sama, dia menulis buku autobiografi laris.

Tapi, rupanya satu gelar sarjana belum cukup bagi Moshe Kai. Di usia 15 tahun, dia kembali mengoleksi gelar sarjana matematika dari University of California. Tahun ini, Moshe Kai tengah bersiap-siap untuk mengambil gelar ketiganya, yakni master keamanan siber di Brandeis University, Boston.

Tapi, pekerjaannya yang menumpuk di NASA membuat Moshe harus menunda sebentar kuliahnya. Di NASA, Moshe membantu pengembangan teknologi pengawasan untuk pesawat terbang dan drone.

Tidak hanya itu, Moshe juga sempat mempublikasikan buku kedua, yang mengisahkan tentang pengalamannya sebagai korban bullying. Tapi, itu tidak mengurangi semangatnya untuk belajar. Moshe berlatih menerbangkan pesawat terbang dan akan mendapatkan sertifikasi pilot dalam waktu dekat.

Di tengah jadwalnya yang sibuk, Moshe juga sempat memelajari bela diri, memenangkan belasan trofi dan medali di berbagai turnamen.

Kendati punya segudang prestasi monumental, Moshe berkeras bahwa dia tak ubahnya seperti anak lainnya. Dia bahkan benci kata jenius yang kerap diasosiasikan dengan namanya.

“Jenius itu pujian yang terlalu jauh. Apa yang saya capai adalah kombinasi motivasi, inspirasi dan pengasuhan orangtua. Saya lebih memilih tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Saya hanya mencoba melakukan yang terbaik,” kata dia, seperti dikutip laman Oddity Central.

Kendati Moshe kerap merendah, orangtuanya tidak menampik bahwa Moshe adalah anak yang cepat belajar. Dia mengucapkan kata pertama di usia 4 bulan. Dia juga sanggup menyelesaikan problem matematika di usia 3 tahun, bahkan sekolah tidak sanggup mengikuti kecepatan Moshe. Membuat orangtuanya memilih menyekolahkan Moshe di rumah.

Di saat orangtuanya tidak bisa lagi mengajari Moshe, mereka memasukkannya ke universitas setempat.

Uniknya, profesor matematika Moshe memuji keuletan dan kerja keras anak ajaib tersebut, ketimbang menekankan kejeniusannya.

“Saya pikir kebanyakan orang hanya berpikir karena dia jenius, semuanya jadi mudah,” kata Profesor Daniel Judge.

“Padahal dia bekerja dua kali lebih keras dari yang lain.”

Seperti juga remaja pada umumnya, Moshe juga punya momen bimbang dan membutuhkan bimbingan. Moshe sempat galau memutuskan jadi pakar astrofisika, atau ahli kriptografi, yang justru malah menggiringnya ke jurusan ilmu komputer.

Bakat Moshe tidak diabaikan begitu saja. NASA langsung merekrutnya untuk mengerjakan proyek yang berkaitan dengan algoritma matematika. “Moshe adalah orang yang tepat,” kata supervisor sekaligus mentor Moshe di NASA, Ricardo Arteaga.

Pekerjaan Moshe di NASA adalah menjalankan simulasi pesawat terbang serta drone yang akan jatuh dan mencari cara untuk menghindarkan hal tersebut.  Arteaga menilai Moshe adalah anak pendiam dengan selera humor bagus.  “Dia sangat cepat tanggap dalam hitungan matematika,” ujar dia.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Amancio Ortega Sosok Sederhana yang Menjadi Orang Terkaya di Dunia, Mengalahkan Kekayaan Bill Gates

Amancio Ortega Sosok Sederhana yang Menjadi Orang Terkaya di Dunia, Mengalahkan Kekayaan Bill Gates. SilahkanSHARE.com …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *