Friday , 24 March 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kisah Guru Kehidupan ::: Kisah Mengharukan ::: Kisah Asep dan Keluarganya Yang Tinggal di Kandang Ayam Selma 8 Tahun

Kisah Asep dan Keluarganya Yang Tinggal di Kandang Ayam Selma 8 Tahun

Kisah Asep dan Keluarganya Yang Tinggal di Kandang Ayam Selma 8 Tahun.

SilahkanSHARE.com | Asep Sutandar (64) dan keluarganya sudah 8 tahun tinggal di kandang ayam milik majikannya yang kotor dan bau. Seperti apa kisahnya?

Asep, warga Kampung Selakopi, RT 003, RW 002, Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat. Diapun kemudian bercerita mengenai pengalaman pilunya tinggal di kandang ayam bersama istri dan anak-anaknya.

asimin mengatakan, dirinya bekerja sebagai buruh penjaga peternakan ayam milik majikannya Rasimin. Dulu dia diberikan rumah untuk tinggal oleh majikannya itu. Namun belum lama ditempati, rumah itu ambruk.

“Kandang ini milik pak Rasimin, dulu 8 tahun lalu sebelum tinggal di kandang ayam saya dikasih rumah buat tinggal sama keluarga. Cuma belum lama ditiinggali rumahnya keburu ambruk,” ujar Asep lirih. Karena itu, mau tak mau, dia pun tinggal di kandang ayam milik majikannya tersebut.

Dikutip dari  detikcom [07/01/16], kandang ayam tempat Asep dan keluarganya tinggal itu berbentuk panggung seluas 13 x 10 meter persegi. Kandang itu hanya terbuat dari bambu yang sudah reyot dan berbau menyengat.

Menurut Asep, selama tinggal di kandang, dia dan keluarganya harus terbiasa dengan ayam-ayam yang setiap hari berkeliaran masuk ke dalam tempat tersebut. Asep menggunakan terpal untuk tidur bersama istri dan 9 anaknya.

“Ada tiga anak saya yang masih kecil banget. Kalau anak saya yang sudah agak gede suka ngeluh katanya bau ‘tai kotok’ (kotoran ayam). Mau enggak mau, tiap sebelum dan saat bangun tidur cuma aroma itu yang tercium,” lanjutnya.

Bersama istrinya Dede Sumarni (43), Asep dikaruniai 9 orang anak. Masing-masing Cera Sunri (21), Sutaci Puranata (18), Ikham Nurjaman (15), Neni Sutiani (13), Sani (11), Rita Nuraeni (8), Dio Apiano (5), Gita (4), dan Sutari (3). Tiga anak terakhir menurut Asep lahir di dalam kandang ayam tersebut.

“Alhamdulillah kalau ada (anggota keluarga) sakit atau keluhan kesehatan, kami berobat gratis difasilitasi pihak desa dapat surat tidak mampu. Kalau untuk rumah sudah diajuin tapi kata pihak desa kendalanya saya tidak punya tanah, jadi bingung mau dibangun di mana,” sambungnya.

Asep mengaku terus berdoa dan berusaha agar dia dan keluarganya tak lagi tinggal di kandang ayam tersebut. Namun menurutnya, dia tak bisa berbuat banyak karena tak memiliki uang untuk membeli tanah, apalagi membangun rumah.

Namun, doa dan harapan Asep terjawab. Mendengar informasi ada warga yang tinggal di kandang ayam, Komandan Kodim 0608 Cianjur Letkol Arm Imam Haryadi bergerak. Ia memerintahkan Danramil Cipanas, Kapten Lagimin, mengumpulkan informasi sedetail mungkin terkait kondisi Asep tersebut.

“Saya bilang ke Kapten Lagimin Danramil Cipanas, cepat tepat dan cermat serta singkat. Tugas sosial anggap seperti tugas negara. Beliau langsung bergerak dan menyerahkan informasi yang dibutuhkan segera. Setelah dikumpulkan, keesokan harinya saya datang langsung dan alhamdulillah, pemilik tanah menghibahkan tempat berjarak 500 meter dari kandang ayam yang ditinggali Pak Asep,” ujarnya.

Dalam waktu singkat, rumah itu pun selesai dibangun. Letkol Imam kemudian membawa Asep berserta istri dan 9 orang anaknya menempati rumah baru tersebut. Asep dan keluarganya pun terharu dan bersyukur karena tak lagi tinggal di dalam kandang ayam.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih kepada pihak yang sudah memberikan tanah dan rumah. Semoga amal baik para donatur terutama pak Dandim dibalas oleh Allah,” ujar Asep tercekat menahan air matanya. Letkol Imam pun bersyukur dirinya dan jajarannya serta masyarakat bisa membantu.

 

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kisah TKI yang ‘Bangkitkan’ Majikan dari Kelumpuhan

Kisah TKI yang ‘Bangkitkan’ Majikan dari Kelumpuhan. SilahkanSHARE.com | Ketika agen real estate Zheng Qinyun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *