Friday , 21 April 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Populer di Sosial Media ::: Jika Ingin Jadi Profesi Terhormat, Polisi Harus Buang Mental Pengemis

Jika Ingin Jadi Profesi Terhormat, Polisi Harus Buang Mental Pengemis

Jika Ingin Jadi Profesi Terhormat, Polisi Harus Buang Mental Pengemis.

SilahkanSHARE.com | Jujur saja tentunya kita semua teramat sangat malu jika negara Indonesia Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki pejabat-pejabat dan aparat penegak hukum yang memiliki mental “pengemis”.

Banyaknya kasus korupsi menunjukan jika dalam isi kepala mereka menunjukan mental “pengemis” tertanam dalam isi kepala mereka.

Seringkali kita ingin selalu berharap jika pejabat negara dan pihak aparat penegak hukum supaya mampu membuang mental pengemis dalam diri mereka.

Mereka yang bermental “pengemis” seharusnya memang teramat sangat tidak pantas menjadi pejabat maupun penegak hukum yang notabenya dan seharusnya melayani dan berkorban untuk kepentingan rakyat.

Kasus korupsi yang berkali-kali melibatkan pejabat negara dan penegak hukum menunjukan jika mental pengemis masih ada dalam diri mereka yang melakukan korupsi.

Baru-baru ini tersebar video di media sosial tentang ulah Polisi yang jadi sorotan. Hal tersebut bermula ketika ada seseorang yang begitu berani merekam peristiwa di sebuah pos Polisi di Yogyakarta yang beberapa orang diduga adanya sopir truk yang memberikan uang.

Memang sih dalam video tersebut tidak ada bukti langsung terlihat bahwa sang sopir memberikan uang kepada polisi yang ada di pos polisi tersebut. Namun masyarakat sebagian besar yakin bagi yang melihat video tersebut bisa mengambil kesimpulan sendiri-sendiri.

Namun melalui tulisan ini kami semua juga juga tidak ingin membahas tentang kasus tersebut. Kami masih berharap bahwa sopir truk tersebut memang tidak memberikan uang kepada polisi tersebut. Begitu juga kami berharap jika dalam vidio tersebut polisinya juga tidak menerima uang dengan cara yang tidak benar.

Melalui tulisan ini kami justru ingin memberikan support kepada pihak kepolisian dengan berharap dan menyarankan supaya para anggota POLISI di negeri ini memang sudah sewajibnya tidak memiliki mental pengemis.

Terkadang kita tentunya berfikir dan benar-benar merasa kasihan juga jika sampai ada anggota Polisi kok sampai “mengemis” kepada masyarakat dengan cara yang tidak binar. Semoga saja hal ini jangan sampai terjadi.

Kalau sampai terjadi ada anggota Polisi yang mencari uang tambahan dengan cara “mengemis” kepada masyarakat apalagi dengan cara yang tidak benar, tentunya itu SANGAT MEMALUKAN.

Kenapa MEMALUKAN? karena jangankan Polisi, Pengemis saja saat ini dilarang mengemis di lampu merah kok, masa Polisi yang seharusnya menjadi contoh kok malah “Mengemis”.

Semoga kedepan pihak kepolisian benar-benar bisa mendidik anggotanya untuk mampu menghapus dan membuang sifat-sifat dan mental pengemis kepada seluruh anggota kepolisian.

Sebagai warga negara tentunya juga berharap supaya Polisi itu harus menjaga nama baik identitas kepolisian dengan cara dan perilaku mereka di lapangan.

Ingatlah, saat ini masyarakat sudah terlalu cerdas untuk menilai dan merekam perilaku kalian yang kemudian bisa langsung dishare melalui media sosial. Jika sedikit saja kalian membuat kesalahan, maka perilaku anda bisa terekam dan menyebar ke seluruh media sosial.

Semoga saja pihak kepolisian jangan takut karena hanya khawatir jika perilaku anda direkam masyarakat lalu disebarkan melalui media sosial, tapi takutlah kepada TUHAN.

Apa kalian juga tega memberikan uang kepada anak istri anda dari cara “mengemis” kepada masyarakat yang seharusnya kalian lindungi?

Buat anak dan Istri pihak kepolisian, semoga kalian juga rajin-rajinlah bertanya ketika mendapatkan uang dari suami anda yang sebagai seorang polisi. Jika memang uang yang diberikan diluar uang gaji, tanyakan, apakah uang itu didapat dengan cara halal atau tidak.

Masyarakat juga tetap harus aktiv mengawasi perilaku diri sendiri masing-masing juga ikut mengawasi perilaku kepolisian agar kita sama-sama saling mengawasi untuk perbaiki diri.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kisah 4 Orang Kaya yang Tinggalkan Harta Demi Hidup Sederhana

Kisah 4 Orang Kaya yang Tinggalkan Harta Demi Hidup Sederhana. SilahkanSHARE.com | Umumnya orang bekerja …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *