Sunday , 23 July 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kolom Tokoh ::: Ayah Edy ::: Inilah Kesalahan-kesalahan Orang Tua saat Mendidik Anak yang Wajib Anda Tahu dan Hentikan
ilustrasi

Inilah Kesalahan-kesalahan Orang Tua saat Mendidik Anak yang Wajib Anda Tahu dan Hentikan

Inilah Kesalahan-kesalahan Orang Tua saat Mendidik Anak yang Wajib Anda Tahu dan Hentikan.

SilahkanSHARE.com | Mendidik Anak | Melihat seringnya kekerasan terhadap anak, ternyata menjadi keprihatinan banyak pihak.

Namun ternyata, kekerasan terhadap anak sebenarnya bisa dicegah  dan dihindari jika para orang tua mau belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya.

Berikut ini ada cara yang sangat bijak untuk orang tua ketika memiliki anak yang dinilai oleh orang tua sulit diatur.

Tips ini kami kutip dari akun facebook “Ayah Eddy” yang sudah terkenal sebagai pakar pendidikan di Indonesia.

Tips ini ditulis oleh Ayah Eddy dengan diawalinya sebuah curhatan seorang Ibu Rumah Tangga yang selalu mengalami kesulitan ketika mengatur dan memberikan nasihat kepada anaknya.

Berikut isi curhatan seorang Ibu Rumah Tangga kepada Ayah Edy.

Allo ayah Edy,

Namaku Lilian (bukan nama sesungguhnya) mami dari dua anak, anakku yg pertama, Bella (bukan nama sesungguhnya) sudah hampir 5 tahun, duh nakalnya minta ampun, hampir setiap hari aku harus teriak2 marahin..

aku jadi sering snewen sendiri tapi kadang2 aku jg suka merasa kasihan, apa gak ada cara lain selain marah dan teriak untuk buat dia nurut.

Habis ia baru mau mendengarkan kalo aku sudah teriak dengan suara keras… Duh gimana ya… please ayah… help me… stress juga ya ngurus anak, ternyata lebih gampang urus kerjaan di kantor rasanya.

Jawaban Ayah Edy:

Bu Lilian yg baik,

Rasanya memang mengurus pekerjaan di kantor lebih mudah dari pada mengurus anak, ucapan ini sudah sering sekali saya dengar dari banyak orang tua. Tentu saja ini terjadi jika kita tidak mau belajar bagaimana menjadi orang tua yg baik.

Mengapa perlu belajar JADI ORANG TUA?

Coba bayangkan, jika kita ingin jadi Dokter ada sekolahnya, ingin jadi Pilot juga ada sekolahnya tapi jadi orang tua belum ada sekolahnya, lantas dari mana kita bisa belajar mengelola anak kita secara benar..?

Dokter yang praktek jadi dokter tanpa sekolah, adalah dokter Mall Praktek atau Gadungan, lalu bagaimana dengan Orang tua yang praktek jadi orang tua tanpa sekolah jadi orang tua ?

Padahal anak-anak kita sejatinya adalah Mahakarya dari Tuhannya Yang Maha Sempurna.

Jadi melalui fan page ini saya mengajak para orang tua di tanah air untuk menjadikan Komunitas Ayah Edy Parenting dan CD Talkshow Parenting kami sebagai alternatif pengganti sekolahnya para orang tua.

Hal yg ibu Lilian alami sebenarnya sering juga di alami oleh ibu-ibu lainnya, hal ini terjadi karena pamahaman kita yang sangat minim tentang berbagai macam tipe anak.

Pada dasarnya setiap anak terlahir unik tidak pernah ada yg sama dan memiliki tipe dan ciri masing-masing. Sekilas saya melihat bahwa mungkin Bella adalah tipe anak yang aktif, kreatif, suka bergerak, dan bicara. Itulah mengapa ia sering sulit mendengar ucapan orang tuanya pada saat ia sedang bergerak.

Sebenarnya Bella sama sekali tidak bermaksud untuk membuat orang tuanya kesal apalagi marah, apa yang ia lakukan semata adalah untuk mengembangkan sistem syarafnya terutama sistem syaraf motoriknya agar kelak berkembang sempurna saat ia tumbuh besar.

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para orang tua dalam mendidik anaknya adalah mengabaikan faktor-faktor penting dalam teknik berkomunikasi sehingga akhirnya seolah-olah anaknya seperti anak nakal yang tidak mau mendengar orang tuanya.

Nah apa saja faktor-faktor tersebut:

  1. Faktor berkomunikasi berhadapan empat mata tanpa masing-masing melakukan aktivitas lainnya, seperti bicara sambil berkomputer ria atau bicara sambil anaknya bermain. Stop semua aktivitas apapun saat kita hendak bicara dengan anak.
  2. Faktor membuat kesepakatan bersama, membuat aturan main yang jelas beserta konsekuensinya.
  3. Faktor menggunakan suara datar serta bahasa yg mudah dimengerti anak, tanpa disertai bentakan atau teriakan.
  4. Faktor mengingatkan anak dengan menggunakan “Bisikan”

Nah untuk lebih jelasnya berikut kami jelaskan teknik penerapannya yang mungkin bisa ibu kembangkan sesuai situasi dan kondisi yg ibu hadapi:

  1. Pada saat ibu ingin bicara maka segeralah memintanya untuk berhenti bergerak dengan cara memegang kedua tangannya, kemudian memintanya untuk duduk/berdiri sejenak dan menghadapkan wajah pada kita sehingga perhatiannya terpusat pada kita.
  2. Setelah dia berhenti bergerak, katakan padanya “perhatikan sebentar, Mami mau bicara 2 menit saja, dengarkan baik-baik ya…” sambil tetap pegang kedua tangannya.
  3. Bicaralah pelan-pelan tapi jelas maksudnya, apa yg anda inginkan bukan apa yg anda tidak inginkan “misalnya mama ingin kamu berhenti bermain remote tv mulai sekarang dan seterusnya !” penting untuk mengatakan kapan waktunya dimulai dan hingga kapan.
  4. Tanyakan apakah ia mengerti apa yang anda katakan. Pastikan ia mengangguk atau mengatakan ya atau mengerti. Jauh lebih baik jika ia kita minta mengulang pesan yang kita sampaikan. Misalnya: “Coba kamu ulangi apa permintaan mami tadi” sambil kita bimbing.. “Mami ingin Bella berhenti bermain…dst”. Pujilah dengan mengatakan “Bagus Sekali”.
  5. Jelaskan padanya aturan main konsekuensi jika ia melanggarnya, mis: “Jika kamu mainkan lagi maka kamu tidak boleh menonton film kesukaanmu hari ini,” atau apapun yang menurut ibu layak untuk sepakati.
  6. Usahakan jika terjadi pelanggaran pertama anda tidak teriak malainkan datang kepadanya, pegang tangannya dan gunakan “The Power of Berbisik”. isi bisikannya bukan berupa ancaman melainkan mengingatkannya akan kesepakatan yg sudah kita buat. Mis. “Sssstttt… Bella sini dech mami bisikin”, “Bella sayang apakah kamu masing ingin nonton film kesukaan mu hari ini?” “Mami ingatkan Bella agar Bella nanti malam tetap bisa nonton film lho.”
  7. Jika terjadi pelanggaran terus maka tidak perlu banyak bicara, laksanakan tindakan, amankan TVnya atau bagaimana caranya agar ia tidak nonton TV malam ini dan pastikan agar ia juga mengetahui bahwa maminya adalah orang yg tegas dan konsisten.

Saya selalu menerapkan aturan main yg jelas, membahas dan membuat kesepakatan bersama anak, lalu setelah itu hanya tinggal mengingatkannya dengan cara “BERBISIK”. Dan sejauh ini The Power of Berbisik betul-betul bekerja dengan baik untuk bisa mengelola prilaku anak saya.

Saya saat ini jauh lebih jarang menggunakan teriakan melainkan lebih sering menggunakan bisikan.

Teknik ini juga sangat ampuh apa bila anak kita berusaha membuat ulah di tempat-tempat umum. Selamat mencoba berbisik dan berhenti berteriak…

Dalam sebuah video ini menggambarkan, betapa anjing saja melarang orang tua yang terlalu keras dalam mendidik anak. Jadi sebagai manusia malu dong harus belajar dari anjing? 🙂

even animals stand against cruelty……………….

Posted by The Lion Tattoo Studio on 28 Juni 2014

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kisah Bung Karno Soal Asal Mula Nama Pancasila

Kisah Bung Karno Soal Asal Mula Nama Pancasila. SilahkanSHARE.com | Hari Lahir Pancasila | Pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *