Monday , 27 March 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Teknologi Informasi ::: Inilah Alasan Mengapa Palestina Tak Ada di Google Maps
Inilah Alasan Mengapa Palestina Tak Ada di Google Maps (sikpas.blogspot.com)

Inilah Alasan Mengapa Palestina Tak Ada di Google Maps

Inilah Alasan Mengapa Palestina Tak Ada di Google Maps.

SilahkanSHARE.com | Diberitakan sebelumnya, netizen dunia sempat dibuat kesal oleh tindakan Google. Raksasa mesin pencari itu disebut telah menghapus nama Palestina dari layanan petanya, Google Maps.

Menanggapi hal tersebut, Google menyebut memang sejak awal label Palestina tak ada di layanan petanya. Di samping itu, memang ada masalah yang menyebabkan Jalur Gaza dan Tepi Barat menghilang.

“Tidak pernah ada nama Palestina di Google Maps. Akan tetapi, kami juga menemukan ada bug yang menghilangkan label Jalur Gaza dan Tepi Barat,” ujar juru bicara Google seperti dikutip dari laman Engadget,[11/8/16].

Saat ini Google tengah mengupayakan label itu segera kembali ke wilayahnya semula. Berdasarkan pantauan tim TeknoLiputan6.com, ketika mencari Palestina di Google Maps, nama negara tersebut memang tak ditampilkan di peta. Namun, informasi mengenai kota dan negara tersebut tetap ditampilkan di kotak informasi.

Sebelumnya Google menyebut kota-kota di wilayah tersebut sebagai “Wilayah Palestina”. Namun sejak 2013, sesuai dengan arahan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), wilayah tersebut berubah nama menjadi “Palestina”.

Meskipun Google sudah mengeluarkan pernyataan, tak sedikit netizen telanjur kecewa dengan keputusan tersebut. Tagar #PalestineIsHere pun disuarakan sejumlah netizen sebagai bentuk protes melalui situs microblogging, Twitter.

Sebagai informasi, Forum Jurnalis Palestina sempat mengajukan protes soal masalah tersebut. Menurut mereka, perusahaan yang kini dipimpin Sundar Pichai itu telah sengaja menghapus nama Palestina dari Google Maps pada 25 Juli 2016.

Dalam pernyataannya, keputusan Google itu disebut-sebut merupakan bagian dari skema Israel mempertahankan nama negaranya. Cara itu, menurut mereka, ditempuh sekaligus untuk menegaskan kehadiran Israel bagi generasi berikutnya, juga untuk menghapus Palestina untuk selama-lamanya.

Sebelumnya, seorang netizen bernama Zak Martin juga mengajukan protes serupa melalui petisi di Change.org. Petisi yang sudah diajukan sejak lima bulan lalu ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 250 ribu orang.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Tiga Gangguan Kesehatan Akibat Majunya Teknologi Modern

Tiga Gangguan Kesehatan Akibat Majunya Teknologi Modern. SilahkanSHARE.com | Penggunaan teknologi yang semakin canggih di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *