Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Politik ::: Inikah Alasan Kenapa Presiden Tidak Menulis dan Menyusun Sendiri Naskah Pidatonya?

Inikah Alasan Kenapa Presiden Tidak Menulis dan Menyusun Sendiri Naskah Pidatonya?

Inikah Alasan Kenapa Presiden Tidak Menulis dan Menyusun Sendiri Naskah Pidatonya?

SilahkanSHARE.com | Saya termasuk orang yang sangat tidak tertarik untuk mendengarkan apalagi membaca dengan seksama terkait dengan pidato presiden. Karena isinya dari tahun ke tahun dan dari satu presiden ke presiden lainya, hampir kesan saya selalu menilai itu semua sangat normatif.

Satu-satunya pidato presiden yang saya kagumi baru pidatonya Soekarno.

Saya sendiri untuk saat ini, justru setiap kali mendengar atau membaca teks pidato kenegaraan presiden, selalu ingin bertanya, siapa yang mengetik, menulis, dan menyusun kata demi kata dari sebuah isi pidato seorang presiden?

Pidato yang saya maksudkan tentunya pidato yang dibaca oleh seorang presiden pada setiap acara resmi dan penting seperti peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ataupun pidato-pidato resmi presiden lainya.

Tentunya kita masih ingat tentang beberapa waktu yang lalu, dimana saat Jokowi menyampaikan pidato saat peringati Hari Pancasila pada 1 Juni 2015 di Blitar beberapa saat yang lalu, Jokowi dianggap salah melakukan penyebutan tempat lahir Bung Karno.

Saat itu Jokowi menyampaikan bahwa,

“Setiap kali saya berada di Blitar kota kelahiran proklamator kita, Bapak Bangsa kita, Bung Karno hati saya selalu bergetar. Getaran ini senantiasa muncul karena di kota ini, kita secara bersama-sama menghayati, semangat yang bersumber pada ide dan gagasan besar bung Karno,”. sumber: detiknews

Padahal sebenarnya Bung Karno lahir di Surabaya.

Dari peristiwa diatas, tentunya kan kita jadi tahu jika ternyata yang menyusun dan mengetik pidato Presiden itu ternyata bukan Presiden langsung.

Nah, hal ini saya sendiri kurang tahu, apakah hal ini berlaku di semua negara atau hanya di Indonesia saja?

Dengan adanya fakta ini, saya jadi ingin cari tahu dan selalu ingin bertanya, Kenapa seorang Presiden Tidak Mengetik, menulis, dan menyusun sendiri isi Pidatonya?

Bukankah jika menulis sendiri, mengetik, sampai menyusun sendiri itu akan lebih baik? Sebagai rakyat kita juga akan bisa menilai bahwa ketika seorang Presiden menulis, mengetik, dan menyusun semuanya sendiri, hal itu jauh lebih natural dan resiko kesalahanya juga ditanggung sendiri oleh Presiden?

Namun tentunya ternyata setelah saya berdiskusi dengan beberapa teman, ada beberapa alasan dan pertimbangan kenapa seorang Presiden tidak menulis dan menyusun sendiri naskah Pidatonya.

Berikut ini saya susun beberapa alasan dan pertimbanganya,

Inikah Alasan Kenapa Presiden Tidak Menulis dan Menyusun Sendiri Naskah Pidatonya?

 

#Sibuk dan Tidak Sempat

Karena kesibukan yang super padat, seorang Presiden mungkin akan beranggapan bahwa tidak memungkinkan untuk menyusun apalagi menulis sendiri dari awal sampai naskah pidato itu selesai.

 

#Sudah Ada yang Bertugas

Saya sendiri tidak tahu pasti apakah memang sudah ada aturan khusus bahwa untuk di internal istana, mereka yang menyusun dan mengetik terkait dengan naskah pidato presiden sudah ada petugas dan timnya sendiri secara khusus. Jadi kalau sudaha da timnya, ngapain juga Presiden ketik dan nyusun sendiri?

#Tidak Punya Keahlian Khusus

Menyusun sebuah tulisan itu memang tidaklah perkara mudah, apalagi ini pidato yang akan didengar oleh orang banyak, dan disampaikan oleh seorang Presiden. Nah, alasan kenapa presiden tidak menulis dan mengetik sendiri, mungkin saja dikarenakan tidak semua presiden memiliki kemampuan untuk membuat, menulis, dan menyusun naskah pidato yang akan dibacakan oleh seorang Presiden.

#Malas

Untuk alasan yang satu ini, semoga saja jangan sampai dijadikan alasan oleh seorang presiden. Kalau ini sampai dijadikan alasan, tentunya sangat fatal akibatnya dan akan berimbas dengan citra negatif dari presiden itu sendiri.

Nah, itulah beberapa alasan dan pertimbangan kenapa sebuah naskah pidato Presiden, terkadang [seringkali] tidak diketik dan disusun sendiri oleh Presiden.

Saya tegaskan lagi bahwa tulisan ini hanya berdasarkan dugaan saya pribadi yang saya dapat ketika berdiskusi dengan teman-teman saya.

Kalau saja saya boleh kasih saran, boleh saja untuk moment-moment biasa, naskah pidato Presiden dibuatkan oleh tim khusus kepresidenan tanpa harus presiden sendiri yang harus mengetik dan menyusunya sendiri.

Tapi khusus untuk sebuah naskah pidato Presiden yang dibuat untuk memperingati Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Alangkah baik dan indahnya jika seorang Presiden MELUANGKAN waktu untuk berkenan menulis, dan menyusun sendiri.

Hal itu saya maksudkan begini, Dahulu, pejuang kita untuk merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan, para pejuang kita berjuang dengan NYAWA mereka sebagai taruhan. Setelah Merdeka, sebagai penerus para pejuang, masa sih untuk meluangkan waktu untuk menulis dan menyusun naskah pidato harus masih memiliki banyak ALASAN?

Tidakkah kita malu dengan para ratusan ribu nyawa pejuang kemerdekaan negeri ini? Tapi itu kan hanya usul saja, mungkin memang saya kan orang biasa yang tidak tahu banyak hal terkait hal itu, jadi ya silahkan saja deh bagaimana baiknya 🙂

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Terlalu banyak informasi NEGATIF beredar di internet, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan inspirasi dan memotivasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan, serta kebaikan untuk pembacanya. Saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya! Anda setuju dengan KAMI, Silahkan bantu LIKE dan SHARE!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Inilah Ekonom yang Prediksi Jika Jokowi Jadi Presiden, Rupiah Tembus Rp 10 Ribu per Dollar AS

Inilah Ekonom yang Prediksi Jika Jokowi Jadi Presiden, Rupiah Tembus Rp 10 Ribu per Dollar AS. Personal BLOG …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *