Sunday , 20 August 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Sains ::: Ini Alasan Ilmiah Mengapa Ada Orang Pemalas

Ini Alasan Ilmiah Mengapa Ada Orang Pemalas

Ini Alasan Ilmiah Mengapa Ada Orang Pemalas.

SilahkanSHARE.com | Mungkin, Anda malas membaca lebih lanjut, namun, baru-baru ini ditemukan bahwa perbedaan cara kerja otak bisa jadi menjelaskan, mengapa beberapa orang pemalas, apatis dan acuh tak acuh.

Menurut ilmuwan, tingkat motivasi bukan hanya tergantung sikap dan kebiasaan, namun juga alasan biologi.

Hasil pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) menunjukkan potongan aktifitas otak pada 40 sukarelawan sehat, ketika mereka memutuskan apakah mereka ingin melakukan usaha yang nantinya akan menghasilkan hadiah.

Pemindaian mengungkapkan perbedaan signifikan di antara kerja otak mereka yang mengaku akan melakukan usaha sedikit dan mereka dengan usaha besar, dalam kuestioner yang secara umum memaparkan tingkat motivasi mereka.

Saat orang-orang memutuskan akan melakukan sesuatu, korteks pre-motor mereka cenderung akan menyala, sebelum area lainnya yang mengontrol pergerakan menjadi aktif, periset studi mengungkapkan, dikutip kabar.me dari Live Science, [11/15].

Di antara para orang-orang ‘malas’, saat membuat keputusan apakah mereka akan melakukan sesuatu, korteks pre-motor mereka menyala lebih jelas dibanding para orang ‘rajin’.

Ilmuwan menemukan, bahwa koneksi otak yang bertanggung jawab memproses keputusan yang dibuat dan mengubah menjadi tindakan bekerja dengan lebih tidak efektif pada orang-orang malas. Artinya, otak mereka perlu bekerja lebih keras untuk mulai bertindak. Ironis?

“Semakin banyak energi yang diperlukan untuk merencanakan sebuah tindakan, lebih sulit bagi orang-orang apatis untuk melakukannya,” jelas salah satu anggota tim studi, periset ahli saraf Masud Husain dari Universitas Oxford. “Otak mereka perlu membuat usaha lebih besar.”

Studi terpisah pernah dilakukan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa level dopamine dalam otak juga bisa memiliki dampak pada motivasi.

Penemuan baru itu, dijabarkan secara detail dalam jurnal Celebral Cortex. Namun, periset telah mewanti-wanti bahwa ada kemungkinan tidak bisa menjelaskan seluruh kasus sifat apatis atau kemalasan. Namun, ada implikasi yang bisa membantu penanganan kasus ekstrem.

“Dengan kami memiliki informasi lebih banyak mengenai proses otak di bawah motivasi, kami bisa mengerti lebih baik bagaimana cara menemukan penanganan untuk kondisi patologis orang-orang yang apatis secara ekstrem.”

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Manusia Pertama yang Berhasil Terbang Ternyata Seorang Fisikawan Muslim

Manusia Pertama yang Berhasil Terbang Ternyata Seorang Fisikawan Muslim. SilahkanSHARE.com | Jauh sebelum Orville dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *