Friday , 24 March 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Populer di Sosial Media ::: Heboh di Facebook, Polisi Dikabarkan Ancam Tembak Anggota Pramuka
gambar: facebook

Heboh di Facebook, Polisi Dikabarkan Ancam Tembak Anggota Pramuka

Heboh di Facebook, Polisi Dikabarkan Ancam Tembak Anggota Pramuka.

SilahkanSHARE.com | Saat ini media sosial sudah menjadi media informasi atas setiap peristiwanya. Namun begitu selalu ada kelebihan dan kekuranganya, untuk itu menyaring atas informasi yang beredar di media sosial juga harus kita lakukan.

Seperti informasi yang dikutip dari salah satu akun facebook ini, dalam akun facebook tersebut membuat informasi dengan memberikan judul “POLISI MENGANCAM ANGGOTA PRAMUKA”.

Dalam tulisan tersebut dicantumkan juga lengkap gambar foto-fotonya.

Berikut ini informasi lengkapnya,

POLISI MENGANCAM ANGGOTA PRAMUKA

Kegiatan penanaman 500 pohon di Pantai Palo Merbo Percut sei tuan yang dilaksanakan anggota Pramuka Gudep 20.535 – 20. 536 dan perkemahan Sabtu-Minggu tanggal, 19 – 20 September 2015 berjalan dengan lancar dan baik.

Setelah selesai pelaksanaan kegiatan anggota pramuka dijemput dengan mobil Polisi Sabhara polresta medan, saat itu anggota dari kepolisian yang menjemput tidak sabar menunggu peserta Pramuka untuk pulang yang saat itu sedang makan siang.

Kemudian polisi tersebut berbicara ” kalau kalian makan kami akan tinggal kan kalian disini” hal tersebut awal dari gejolak terjadinya cecok, tanpa adanya konfirmasi kepada pembina Pramuka.

Perserta di paksa agar naik kemobil dan sebagian mengikut naik ke dalam mobil karna takut di tinggal, karena tidak sabar menunggu polisi tersebut menekan-nekan gas memberitanda supaya cepat, akan tetapi dengan keegoisan mereka akhirnya mobil yang dibawa polisi itu di jalankan dan di rem mendadak dan akhirnya satu orang dari anak pramuka terpelanting kebelakang mobil dan punggungnya terbetur dengan besi.

Setelah mobil berhenti adik-adik pramuka turun dari mobil dan menangis ketakutan, degan keangkuhan polisi yang tak mau bersabar menunggu.

Seluruh pembina akhirnya mengejar mobil polisi itu dan menyuruh seluruh adik-adik pramuka turun dari mobill tersebut dan barangnya dikeluarkan, terjadilah cecok pembina dan Polisi yang tak sabar menunggu hanya sebentar untuk adik-adik makan karena baru selesai penanaman pohon mangrove di palo merbo percut sei tuan.

Setelah itu, salah satu dari pembina karena terlalu emosi melihat tindakan polisi tersebut R.T Napitupilu pangkat Bripka, memukul mobil polisi dengan tangan nya dan polisi itu marah-marah mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh dan mengajak berkelahi, setelah tindakan itu satu orang teman dari pembina membantu adu mulut karena tindakan yang dilakukan polisi itu sudah mencederai salah satu peserta pramuka, akhirnya polisi itu “R.T Napitupilu pangkat Bripka” yang tidak mau mengakui kesalahan mengatakan ancaman dari mulutnya ” ku tembak kau ya”.

polisi ancam tembak pramuka

Seorang Pembina Pramuka “amsar” di ancam dengan ucapan akan ditembak. tidak pantas seorang Polisi yang katanya pelayan masyarakan dan apa lagi Anggota Pramuka di buat seperti itu.

Dari informasi yang beredar tersebut, saat kami menuliskan informasi ini, status di facebook tersebut sudah 54 like dan dibagikan sebanyak 944 kali.

Belum diketahui pasti seperti apa tanggapan dari pihak kepolisian atas informasi ini.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *