Monday , 24 July 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Internasional ::: Gara-gara Rayap, Bocah Asal Semarang Terkenal di Korea

Gara-gara Rayap, Bocah Asal Semarang Terkenal di Korea

Gara-gara Rayap, Bocah Asal Semarang Terkenal di Korea.

SilahkanSHARE.com | Punya masalah dengan rayap dan bingung bagaimana cara menghilangkannya? Muhammad Zulfikar Avicenna dan Muhammad Baiata Farisi punya jawabannya. Kedua bocah yang kini duduk di kelas VB SD Semesta Boarding School, Semarang, Jawa Tengah tersebut berhasil menemukan formula yang ampuh untuk membasmi rayap.

Memanfaatkan buah bintaro sebagai bahan utama formula antirayap penemuan Avicenna dan Farisi ini mendapatkan medali perak dalam lomba World Creativity Festival 2015 di Daejeon, Korea Selatan. “Kami lakukan percobaan dua kali. Yang pertama gagal. Terus yang kedua berhasil.”

Dikutip dari bintang.com [11/11/15]. Avicenna menceritakan bahwa ide pembuatan cairan antirayap itu bermula ketika ia melihat perpustakaan sekolahnya dikerumuti rayap. Lalu bocah berusia 10 tahun itu pun langsung mencari-cara bagaimana rayap bisa hilang dari perpustakaannya.

Setelah mencari di internet, akhirnya Avicenna dan Farisi pun menemukan solusinya, yakni memanfaatkan buah bintaro. Cara membuat cairan antirayap hasil karya Avicenna dan Farisi ini pun sangat mudah, awalnya buah bintaro dihaluskan dengan menggunakan blender, 100 gram buah bintaro yang telah halus tersebut kemudian dicampur dengan air sulingan atau Aquades seberat 300 gram.

Campuran tersebut diaduk hingga tercampur rata dan disaring. Setelah cairan antirayap jadi, kamu harus mendiamkannya selama dua hari baru bisa dipakai. Hasilnya pun tidak mengecewakan, semua rayap dipastikan akan mati seketika. Prestasi yang diraih dua siswa asal Semarang ini tentunya tak hanya menarik perhatian para juri dari Korea, tetapi juga masyarakat di seluruh dunia dan hal tersebut tentu saja sangat membanggakan Indonesia.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Ilmuwan NASA Dibuat Bingung dengan Adanya Penampakan Awan Es

Ilmuwan NASA Dibuat Bingung dengan Adanya Penampakan Awan Es. SIlahkanSHARE.com | Melihat awan putih di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *