Tuesday , 20 June 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Inspirasi & motivasi ::: DOKTER PRENEUR! Dokter Lulusan UGM yang Jadi Pembersih Sepatu

DOKTER PRENEUR! Dokter Lulusan UGM yang Jadi Pembersih Sepatu

DOKTER PRENEUR! Dokter Lulusan UGM yang Jadi Pembersih Sepatu.

SilahkanSHARE.com | Dari hobi membersihkan sepatu, dokter muda ini punya 20 cabang usaha Shoes And Care hingga di Singapura! Sudah 4 bulan saya tidak siaran Kongkow Bisnis di Geronimo FM Jogja, malam tadi saya diundang lagi buat membredel tamunya di Acara Kobis Live di Dixie.

Menarik kali ini.. Saya harus berdecak kagum dengan keuletannya! Baca obrolannya dibawah ini.. Akan bikin kepalamu meletup!!

“Nama Saya Tirta Hudhi, umur saya 25 tahun. Saya tukang bersih-bersih sepatu, karena itu hobi saya sejak dulu. Seneng kalo ngelihat sepatu yang bersih. Pekerjaan sampingan saya sebagai dokter umum di RSA UGM di Ringroad Utara Jogja, rencana mau ambil spesialis bedah juga.

” Whoootttt!! *saya mendelik “Bentar-bentar! Dokter beneran kamu ini? Bukan dokter bedah sepatu”.

“Beneran mas, Asli saya Karanganyar (Solo coret hehe) 3,5 tahun saya kuliah kedokteran di UGM dari tahun 2009, lanjut koas selesai tahun 2015, langsung kerja di rumah sakit.

Dulu waktu ngekost di daerah Pogung saya senang sekali bersih-bersih sepatu, terus saya pajang di depan kamar kost, eh banyak teman-teman yang nitip, lama-lama makin banyak.

Ada teman yang usul, sekalian aja kamu bisnisin dapet duit. Eh bener juga ya. Pas waktu itu saya harus membeli buku-buku kedokteran yang mahal, gak mau jadi beban orang tua saya harus membeli buku-buku itu sendiri. Jadi kalo pulang kuliah jam 3 sore, saya di kost membersihkan sepatu pesanan, sampai jam 9 malam lanjut belajar deh!”

“Wow! Gak gengsi kamu ini. Mahasiswa kedokteran jadi tukang bersih-bersih sepatu?”

“Ngapain juga gengsi mas, dapat uang halal kok. Sampai akhirnya saya online-kan di forum jual beli kaskus, pesanan makin banyak bahkan dari luar kota. Sepatu dikirim ke jogja, saya dibersihan terus dikirimkan lagi.

Modal pertama hanya 400 ribu saja, buat beli alat-alatnya. Tahun berikutnya saya mendapat investor dari kawan ayah saya, 25 juta bikin toko pertama di alun-alun kidul Jogja. Dalam 3 bulan sudah balik modal, saya bagi hasil 20% untuk investornya.”

“Wuuuih. Dari bersih-bersih sepatu bisa dapet 8 jutaan dong sebulan!”

“Saya mainkan di semua sosial media, pesanan jasa makin banyak. Pernah kami dapat kiriman sepatu dari Bali, harganya itu 120 juta. Sepatu mahaaal, padahal ongkos membersihkannya hanya 100ribu, dia puas akhirnya rutin jadi pelanggan kami.

Satu outlet sekarang ada 2-3 karyawan. Saya mulai ekspansi bertahap ke berbagai kota, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Medan, Tangerang, Pelembang hingga ke Singapura.

Total ada 20 outlet saat ini dengan 85 karyawan. Outlet yang di Singapore karyawan saya juga orang sana,bukan dari Indonesia. 

“Dalam 3 tahun bisnismu bisa cepat ekspansinya, kamu mengajak investor atau dengan utang?”

“Dari 20 outlet yang saya miliki 75% milik saya sendiri, 25% join dengan investor. Saya tidak pernah mengembangkan usaha dengan utang mas. Tiap dapat untung dari outlet-outlet saya putar terus untuk membuka cabang baru.

Ayah saya mengajarkan jangan pernah membuka usaha dengan utang. Itu hanya akan memberatkan, padahal ayah saya dulu kerjanya di BPR” lanjut Tirta sambil tertawa.

“Kamu masarin jasa kamu lewat sosial media?”

“Iya mas, all sosmed kami pakai. Kami di Shoes And Care pernah dapat penghargaan dari Google Singapore sebagai salah satu jasa yang paling banyak dicari di internet. Karena hasil kerja kami bagus dan memuaskan, ada perusahaan di Italy yang merekomendasikan kami menjadi rujukan untuk perawatan sepatu di Asia Tenggara.

Kami juga kaget pernah dapat kiriman sepatu dari Belanda. Ongkos bersihinnya 10 Euro, ongkos kirimnya 40 Euro. Lebih mahal ongkirnya, Tapi orangnya puas. Seminggu beres sepatu kami kirimkan lagi ke Belanda.

“Muantab… target kamu apa ke depan?”

“MEA sudah terbuka mas, saya punya impian Outlet Shoes And Care akan ada di Thailand, Vietnam, Malaysia, Brunei dan negara-negara lainnya, tapi saya tetap jadi dokter bedah di Jogja saja.”

Pasti bisaaa Tirtaaa! Saya bertanya lagi di jeda waktu, ketika tidak on air diselingi lagu live dari band disana. “Dengan 20 outlet, produk jasa. Kamu pasti mampu dong beli mobil cash sendiri sekarang?” Jawab dia,”Mampu mas. ”

“Sudah beli? Mobil apa?”

“Belum mas. Saya masih pakai motor Honda Supra 125 kemana-mana, uangnya mending saya tabung buat buka outlet lagi nantinya.”

Tamparan kerasssss dari mas Dokter buat yang sok gaya beli mobil kreditan! Yang sudah sukses dan mampu beli cash aja menunda kesenangan, daripada yang maksa beli demi pamer dan gaya hidup, tapi habis itu pusiiiiiing mikir cicilan!

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Jangan heran jika masyarakatnya sangat mudah diprovokasi, saling cela di sosial media, sibuk mencari dan menghina kekurangan orang lain dan tidak mau koreksi kekurangan dirinya.Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Tentang Kebencian dan Caci Maki

Tentang Kebencian dan Caci Maki SilahkanSHARE | Sepertinya saat ini tulisan Afi Nihaya Faradisa salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *