Friday , 21 April 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Internasional ::: Denmark, Negara dengan Penduduk Paling Bahagia di Dunia!

Denmark, Negara dengan Penduduk Paling Bahagia di Dunia!

Denmark, Negara dengan Penduduk Paling Bahagia di Dunia!

SilahkanSHARE | Denmark | Siapa sih yang hidup di dunia ini tidak ingin bahagia?

Setiap orang pasti menginginkan hal tersebut. Namun syaangnya tidak semua orang bisa merasakanya. Terlebih untuk mereka yang tinggal di negara yang pejabat negaranya kurang peduli terhadap rakyatnya.

Namun ada sebuah negara yang warga negaranya begitu bahagia atas fasilitas yang diberikan negara kepada rakyatnya.

Negara yang dimaksud adalah negara Denmar.

Dikutip dari detikNews [11/10/2016], disebutkan bahwa Warga Denmark dinobatkan sebagai yang paling bahagia di dunia. Sampai ada yang menyebut bahwa warga di salah satu negara  di Semananjung Skandinavia itu sudah merasakan kebahagiaan bahkan sejak dalam kandungan.

Sebutan itu tentu tak datang tiba-tiba, namun muncul ketika melihat perlakukan Pemerintah Denmark yang begitu ‘memanjakan’  warganya. Salah satunya adalah dalam hal memberikan hak cuti bagi ibu hamil hingga melahirkan.

Pemerintah Denmark memberikan cuti selama 52 minggu selama seorang perempuan hamil hingga melahirkan. Dari 52 minggu itu,  18 pekan di antaranya bisa diambil setelah melahirkan. Tujuannya agar sang ibu merasa nyaman menjelang dan sesudah persalinan.

Tak hanya ibu, sang ayah juga mendapatkan hak cuti selama 32 pekan. Dua pekan di antaranya bisa diambil saat anaknya lahir. “Selama cuti itu gaji tetap dibayarkan penuh,” kata Jansen salah seorang warga Denmark saat berbincang dengan detikcom di Kopenhagen, Senin (19/9/2016).

Cerita Warga Denmark yang Bahagia Bahkan Sejak Dalam Kandungan    Pemerintah Denmark memberlakukan jam kerja fleksibel bagi orang tua yang memiliki anak kecil. Mereka bisa pulang 1 sampai  2 jam lebih awal dari kantor untuk bisa menjemput anaknya yang sekolah.

Saat ini jam kerja di Denmark hanya 7 jam, yakni mulai pukul 10.00 sampai 17.00. Itu pun rencannya akan dipangkas lagi menjadi 6 jam yakni dari jam 10.00 sampai 16.00.   Pekerja di Denmark rata-rata bekerja 33 jam dalam seminggu. Mereka memiliki hak libur selama lima minggu dalam satu tahun.

Harapannya dengan enam jam kerja sehari dan banyak libur, warga Denmark bisa memiliki waktu yang lebih untuk berkumpul  dengan keluarganya.

“Ya kami memiliki waktu banyak untuk berkumpul dengan anak-anak,” kata Jansen.

Bayar Pajak Tinggi Tapi Pendidikan dan Kesehatan Terjamin!

Denmark menjadi salah satu negara dengan pajak tertinggi di dunia. Dalam setiap bulan rata-rata 45 persen penghasilan warga Denmark dipungut untuk membayar pajak. Bahkan untuk pekerja dengan penghasilan di atas 61.500 Euro sampai 67.000 Euro, pajak yang dipungut mencapai 52 persen.

Pada 2014 lalu, lembaga penelitian TNS Gallup melakukan survei soal tanggapan warga atas pajak tinggi yang diterapkan oleh  Pemerintah Denmark. Hasilnya 9 dari 10 orang di Denmark tak keberatan dengan besarnya pajak tersebut. Hal itu karena besarnya pajak sebanding dengan fasilitas yang didapatkan oleh warga.

Seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Kami tak keberatan. Ini (pajak) seperti investasi, kami seperti membayar asuransi,” kata Edgin, salah seorang warga Denmark yang ditemui detikcom di Kopenhagen, Senin (19/9/2016) lalu.

Menurut Edgin, dengan membayar pajak tinggi itu anak-anak di Denmark bebas biaya pendidikan mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi. Bahkan setiap bulannya pelajar di Denmark mendapatkan bantuan sebesar USD 900 per bulan dari negara.

Dengan fasilitas itu, warga di Denmark tak perlu khawatir dengan masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Warga Denmark Bayar Pajak Tinggi Tapi Dapat Fasilitas Mumpuni    Ketika anak belum masuk masa sekolah, mereka juga mendapatkan fasilitas berkelas. Pemerintah Denmark sangat menyadari arti  pentingnya pendidikan usia dini. Sejak usia 1 sampai 5 tahun, anak-anak di Denmark berhak mendapat pengasuhan dan pendidikan murah baik dari pengasuh, di penitipan anak, pendidikan anak usia dini (pra-sekolah) hingga Taman Kanak-kanak.

Edgin mengatakan bahwa untuk anak usia pra sekolah, orang tua cukup membayar 25 persen dari biaya pendidikannya. Sisanya  disubsidi oleh negara.

“Kami tak perlu khawatir dengan pendidikan anak-anak kami,” kata Edgin.

Di bidang kesehatan, warga benar-benar dijamin kualitas hidupnya. Warga berhak mendapatkan biaya perawatan kesehatan, kunjungan dokter, rawat inap di rumah sakit berkualitas.

Semuanya biaya kesehatan warga benar-benar dijamin oleh negara dalam sebuah sistem yang rapi tanpa mengejar keuntungan.

“Anak-anak juga mendapatkan fasilitas gratis perawatan gigi sampai usia 18 tahun,” kata Jansen, warga lain yang ditemui detikcom di Kopenhagen.

Jansen yang bekerja sebagai pengemudi sebuah perusahaan travel ini mengaku setiap bulannya mengaku membawa gaji sebesar  14.000 Krone (DKK) setelah dipotong pajak sebesar 45 persen.

Apakah Anda bahagia dengan pajak tinggi di Denmark?  “Kalau menurut yang Anda lihat?

Saya bahagia, enjoy menjalani hidup ini,” kata Jansen sambil tertawa.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Enam Negara Pembuat Smartphone Terbaik di Dunia

Enam Negara Pembuat Smartphone Terbaik di Dunia. SilahkanSHARE.com | Di era modern ini perangkat smartphone …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *