Friday , 21 April 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Sosial ::: Keluarga ::: Cerita Bill Gates tentang Guru SD-nya yang Mengubah Hidupnya

Cerita Bill Gates tentang Guru SD-nya yang Mengubah Hidupnya

Cerita Bill Gates tentang Guru SD-nya yang Mengubah Hidupnya.

SilahkanSHARE.com | Bill Gates adalah seorang miliarder terkaya di dunia, tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, serta mantan CEO yang menjabat sebagai ketua Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen.

Bagi Bill Gates, ada tiga wanita yang ada di balik kesuksesannya kini. Mereka adalah ibunya, neneknya, serta sang istri, Melinda. Kendati demikian, ternyata milyarder ini juga tak melupakan sosok seorang gurunya, Blanche Caffiere. Bahkan, guru SD-nya itu disebut memiliki peran penting dalam hidup Gates di masa lampau.

Selain guru, Caffiere merupakan seorang pustakawan di Seattle’s View Ridge Elementary School yang merupakan SD Gates kecil. Sang guru sendiri sudah wafat sejak 2006, di saat usianya memasuki 100 tahun.

“Sebelum beliau meninggal, saya berkesempatan untuk mengucapkan terima kasih atas peran penting Ibu Caffiere dalam hidup saya. Kala itu, dialah yang memicu semangat saya untuk belajar,” ujar Gates dinukil dari Gatesnotes, [08/16].

Gates pertama kali bertemu dengan Caffiere ketika masih kelas IV SD. Saat itu, pria kelahiran 28 Oktober 1955 tersebut sedang berusaha keras untuk tidak menjadi perhatian lantaran kekurangan yang dimilikinya. Gates mengaku, dulu tulisannya sangat jelek dan termasuk siswa yang berantakan. Dia juga menyembunyikan fakta bahwa hobinya adalah membaca.

Cerita Bill Gates tentang Guru SD-nya

“Membaca adalah sesuatu yang keren untuk perempuan, tapi tidak untuk laki-laki. Tetapi Ibu Caffiere membawa saya keluar dari itu, dan meyakinkan tidak apa-apa menjadi siswa laki-laki cupu yang suka membaca,” tuturnya.

Bos Microsoft itu kemudian mengenang kebersamaan dengan sang guru. Keduanya mulai berbagi buku-buku favoritnya. Menurut Gates, Caffiere sering bertanya mengenai buku yang sering dibaca, dan hal apa yang membuatnya tertarik.

“Beliau memberi saya sebuah buku biografi yang sedang dia baca. Ketika saya selesai membaca, Ibu Cafffiere akan mengajakku berdiskusi tentang isinya, misalnya apakah saya menyukainya, apa yang bisa saya pelajari dari buku itu. Dari situlah kami menjadi akrab,” paparnya.

Pelajaran yang didapat Gates melalui sosok Caffiere membuatnya sadar bahwa pengetahuan adalah untuk dibagikan kepada orang lain. Yang dibutuhkan, lanjut dia, yakni rasa ingin tahu dengan bertanya.

“Masa-masa dengan Ibu Caffiere membuat saya semakin tertarik dengan perpustakaan. Dan fokus saya adalah ingin menolong para pelajar untuk mendapatkan ilmu sebanyak mungkin dari guru,” tukas Gates.

Sumber: Okezone.com

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Inilah 6 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan Kepada Anak

Inilah 6 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan Kepada Anak. SilahkanSHARE.com | Masa anak-anak merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *