Saturday , 29 April 2017

Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kisah Guru Kehidupan ::: Anak Penjual Kue Keliling Ini Selalu Menolak Uang Lebih dari Pembeli, Alasanya Sangat Menyentuh dan Mengharukan

Anak Penjual Kue Keliling Ini Selalu Menolak Uang Lebih dari Pembeli, Alasanya Sangat Menyentuh dan Mengharukan

Anak Penjual Kue Keliling Ini Selalu Menolak Uang Lebih dari Pembeli, Alasanya Sangat Menyentuh dan Mengharukan.

SilahkanSHARE.com | Saat para pejabat negeri ini masih tak punya malu “mengemis” supaya naik gaji dan ditambah tunjanganya, ternyata di Yogyakarta ada kisah seorang anak kecil yang masih duduk di kelas VI SD justru selalu menolak saat makanan yang ia jual dibeli dengan harga lebih mahal.

Dan saat anak-anak kebanyakan saat ini juga terlalu dimanjakan oleh orang tuanya, ada kisah yang cukup membuat siapapun yang mengetahuinya dibuat terharu dan seharusnya terinspirasi olehnya.

Ya, namanya Zyah Rizal Fadila. Kisahnya baru-baru ini sempat membuat banyak netizen terkagum-kagum atas prinsip dari siswa kelas VI SD ini.

Setiap harinya dirinya menjual daganganya dengan menggunakan sepeda kayuh. Suara lengkingan yang khas dari Zyah Rizal Fadila selalu terdengar tiap sore sekitar pukul 15.00 di daerah Minomartani Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Warga sekitar sudah hafal bahwa itu adalah suara bocah pengendara sepeda penjual kue dan jus yang tengah berkeliling. Zyah Rizal Fadila, bocah itu, membawa sandwich, pizza, roti bakar, dan jus di atas sepedanya. Usianya 11 tahun, kelas VI SD.

Sebuah boks plastik di boncengan belakang sepedanya berisi aneka jus. Sementara itu, keranjang merah bertutup plastik yang ia ikat di setang berisi aneka kue.

Jangan pernah mengasihaninya dengan memberi uang lebih. Ia pasti menolak.

“Saya tolak. Saya tidak ingin dikasihani karena kondisi ini. Bapak mengajarkan saya lebih baik menutup tangan daripada membuka tangan,” ujar Rizal sebagaimana dikutip dari kompas.com, yang ternyata Zyah Rizal Fadila punya cita-cita ingin jadi tentara, mengikuti jejak kakeknya.

Bapaknya adalah penjaja gas melon 3 kg dan air mineral. Ibunya berjualan kue. Rizal mengikuti jejak ibunya berjualan kue keliling.

Rizal sudah berdagang keliling kampung sejak kelas II SD. Iangotot meminta ibunya mengizinkan dia berdagang keliling.

“Saya bilang ke ibu mau bantu jualan setelah pulang sekolah. Kata ibu enggak usah, tetapi saya ngotot ingin jualan,” tutur Rizal.

Hati ibunya luluh oleh keinginan keras Rizal. Ibunya memberi syarat, Rizal boleh jualan, tetapi nilai pelajaran di sekolah tidak boleh turun.

Syarat itu ia sanggupi. Sepulang sekolah sekitar pukul 14.00, Rizal mulai keluar rumah menjajakan kue. Ia baru kembali sekitar pukul 18.00.

“Ya jauh, Mas (kelilingnya), tetapi enggak capek. Niatnya kan jualan untuk bantu orangtua,” ujarnya.

Rizal mengaku, pada masa-masa awal, ia sering diejek teman-temannya. Ia tak menghiraukan hal itu. Beberapa gurunya malah kini menjadi pelanggannya.

“Diejek sama teman-teman, tetapi biarkan saja. Kan usaha jualan ini halal,” kata dia.

Rajin Menabung dan Bersedekah

Rizal mengaku dalam sehari ia bisa membawa pulang uang Rp 170.000 hingga Rp 200.000. Ia berikan semua kepada ibunya. Setelah dihitung, selisih hasil jualan ia tabung.

“Sisanya saya tabung, Mas. Kalau suatu saat butuh kan bisa buka tabungan,” ujarnya.

Dari hasil tabungannya itulah, Rizal mampu membeli sepeda BMX bekas seharga Rp 700.000 yang saat ini dipakai untuk berangkat sekolah dan jualan.

Belum lama ini, Rizal juga menyisihkan uangnya untuk membelikan kue ulang tahun untuk adiknya.

“Saya juga menyisihkan untuk uang infak,” ucapnya.

Tidak besar jumlahnya. Namun, menurut Rizal, bapaknya mengajarkan, seberapa pun nilainya, biasakanlah selalu menyisihkan sebagian rezeki hasil jualan untuk orang lain.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Berdasarkan data UNESCO, minat baca orang Indonesia sangat rendah diurutkan ke 60 dari 61 di dunia. Namun fakta mengejutkan lainnya, ternyata netizen Indonesia adalah yang paling cerewet di dunia. Dengan fakta itulah, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan informasi dan inspirasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembacanya. Apalagi saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan memang harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet.

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Kisah Seladi, Polisi Sederhana & Jujur yang Merangkap Jadi Pemulung

Kisah Seladi, Polisi Sederhana & Jujur yang Merangkap Jadi Pemulung. SilahkanSHARE.com | Ikhlas dan berdedikasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *