Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home ::: Kesehatan ::: Anak Anda Demam? Jangan Panik! Lakukan Pertolongan Pertama Saat Anak Demam

Anak Anda Demam? Jangan Panik! Lakukan Pertolongan Pertama Saat Anak Demam

Anak Anda Demam? Jangan Panik! Lakukan Pertolongan Pertama Saat Anak Demam.

SilahkanSHARE.com | Setiap orang tua tentunya selalu menginginkan buah hati tercinta selalu sehat. Namun terkadang berbagai kemungkinan bisa saja menimpa setiap anak, termasuk saat buah hati terserang demam.

Saat anak mengalami demam, sering kebanyakan orang tua akan beranggapan jika hal tersebut selalu identik dengan penyakit, sehingga sering menyebabkan kepanikan.

Padahal sebenarnya, demam bukanlah penyakit, melainkan gejala atau pertanda ketika tubuh melakukan perlawanan terhadap virus atau bakteri yang menyerang. Pastikan juga Anda memeriksa suhu tubuh anak menggunakan termometer, jangan menggunakan tangan saja.

Dikutip dari detikHealth [14/11/15], disebutkan jika Anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat celcius. Jika suhu tubuh anak mencapai angka tersebut atau maksimal mencapai angka 38,5 derajat celcius, orang tua masih bisa melakukan penanganan sederhana di rumah.

Penangan paling sederhana yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah mengompres dahi anak dengan menggunakan handuk yang sudah direndam dengan air hangat. Masih ada yang salah paham dengan mitos yang mengatakan mengompres dengan air dingin dapat membuat panas anak turun.

Ya, mengompres seseorang yang sedang demam dengan air dingin, tidak disarankan. Sebab air dingin dapat menyebabkan terjadinya kontriksi atau pengecilan pembuluh darah. Pengecilan pembuluh darah menyebabkan tidak terjadinya evaporasi di pori-pori kulit sehingga hawa panas dari dalam tubuh anak tidak bisa keluar dan menguap.

Disampaikan dr Dita Elvina, Koordinator Instalasi Gawat Darurat dari Brawijaya Children and Women Hospital, daerah yang paling tepat untuk menaruh kompres adalah di dahi, punggung, lipat ketiak dan lipat selangkangan.

“Kalau di IGD, ketika ada anak yang demam, kami biasanya akan mengusap-ngusap punggungnya dengan lap air hangat tujuannya untuk mempercepat terjadinya evaporasi karena adanya pelebaran pembuluh darah (dilatasi) sehingga pori-pori akan terbuka,” jelas dr Dita.

Dalam Media Group Discussion: Pentingnya Pembekalan First Aid (P3K) di Rumah, yang dilangsungkan di Beiersdorf Indonesia, Ratu Prabu II, Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (13/11/2015), dr Dita juga menyarankan terapi herbal untuk penanganan demam pada anak.

“Terapi herbal seperti membaluri tubuh anak dengan bawang merah, minyak kayu putih dan lain sebagainya juga dapat membantu terjadinya evaporasi yang menyebabkan keluarnya hawa panas dari dalam tubuh. Jadi terapi herbal juga dianjurkan untuk penanganan sederhana di rumah,” lanjut dr Dita.

Tidak lupa juga dr Dita menyarankan kepada orang tua untuk mengistirahatkan anak. Walaupun ketika demam buah hati seringkali merasa tidak nyaman sehingga sulit untuk beristirahat, tapi, penting bagi anak untuk istirahat. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan proses penyembuhan.

Bagaimana komentar anda usai baca tulisan diatas?

Tentang SilahkanSHARE.com

Terlalu banyak informasi NEGATIF beredar di internet, SilahkanShare.com ingin menyajikan informasi yang bisa memberikan inspirasi dan memotivasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan, serta kebaikan untuk pembacanya. Saat ini sudah terlalu banyak informasi yang isinya lebih cenderung merusak, jadi memang harus jadi pembaca cerdas dan harus kita sendirilah yang harus menyaring sebuah informasi di internet. Kami ingin memastikan setiap tulisan di silahkanSHARE.com memang layak DIBACA dan DISHARE untuk memberikan kebaikan untuk para pembacanya! Anda setuju dengan KAMI, Silahkan bantu LIKE dan SHARE!

Mungkin Anda Ingin Baca Tulisan ini Seperti Pengunjung yang Lain?

Nasi Putih Lebih Berisiko Sebabkan Diabetes Ketimbang Minuman Manis?

Nasi Putih Lebih Berisiko Sebabkan Diabetes Ketimbang Minuman Manis? SilahkanSHARE.com | Otoritas kesehatan di Singapura …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *